Connect with us

Rubrik Unggulan

Melongok Kampung Jambu yang Mendadak Viral; Ada Spot Swafoto di Hamparan Bunga hingga Pelatihan Pertanian untuk Remaja

Published

on

selfie di Kampung Jambu

Seorang warga mengabadikan teman wanitanya yang berpose dengan latar bunga matahari yang tengah mekar di Kampung Jambu.(Banten Hits/ Engkos Kosasih)

Nurhaeni (37), asyik memotretkan kamera ponselnya kepada dua anak balitanya yang sudah siap berpose di hamparan bunga-bunga cantik. Jepret! Satu momen telah berhasil diabadikan. Dia pun meminta anak-anaknya berganti posisi di latar yang berbeda.

Perempuan asal Pandeglang ini mengaku sengaja berkunjung ke Kampung Jambu yang berlokasi di Desa Kaduhejo, Kecamatan Kaduhejo, Kabupaten Pandeglang, untuk mengajak dua anaknya berlibur sambil mengenalkan berbagai jenis bunga dan sayur-sayuran. 

“Sengaja ke sini untuk mengenalkan anak-anak kepada jenis bunga dan sayur. Selain dekat, harga tiketnya juga murah cuma Rp 7.000, itu pun sudah dapat minum. Jadi kita tidak perlu ke jauh membawa anak-anak bermain,” katanya, Minggu, 26 Agustus 2018.

Kampung Jambu, hari-hari ini tengah viral. Wiwin Widianingsih (44) dan Suroso (44) sang kemilik lokasi, tidak pernah menyangka jika lahan pertanian seluas 4.200 meter persegi yang dikelolanya untuk mengembangkan pertanian ini tiba-tiba banyak diburu wisatawan lokal dari daerah Banten.

Kampung Jambu awalnya dibula untuk pelatihan pertanian dan display berbagai macam jenis bunga seperti Gomprema, Celosia Yelow Original, Celosia Red Oroginal, Celosia Kristata, Pinka, Matahari, Jengger ayam dan berbagai macam sayuran.

Namun, sebelum bunga-bunga yang menjadi display berbuah, kawasan Kampung Jambu sudah viral terlebih dahulu. Salah satu pemicunya adalah spot untuk berswafoto dengan latar hamparan bunga. Kecantikan foto lokasi degan cepat menyebar di jagat maya.

Kampung Jambu

Pengunjung Kampung Jambu memanfaatkan keindahan tanaman di Kampung Jambu untuk latar berswafoto.(Banten Hits/ Engkos Kosasih)

“Sebenarnya kaget banyak yang berwisata ke sini, karena tujuannya kan bukan untuk pariwisata,” kata Wiwin kepada Banten Hits di Kampung Jambu, Minggu, 26 Agustus 2018.

Menurut Wiwin, hampir rata-rata pengunjung mendatangi Kampung Jambu untuk berswafoto. Namun, ada juga pengunjung yang bertanya-tanya tentang tata cara merawat bunga, sayuran dan lain-lain.

“Banyak pengunjung di sini yang hanya berfoto-foto. Tapi ada juga pengunjung yang bertanya soal pertanian, ya kami kasih tau,” jelasnya.

Wiwin memastikan, meski kawasan yang dikelolanya sudah menjadi objek wisata, dirinya tetap mengedepankan tujuan awal pengelolaan kawasan, yakni mengedukasi masyarakat dan mengubah mindset petani lokal dengan membuat wadah pelatihan pertanian, baik pelajar maupun masyarakat pada umumnya.

“Karena backround kami pertanian dan selama ini orang-orang menganggap petani rendah. Kita ingin mengangkat dunia pertanian, karena pondasi utama itu pertanian. Kami tetap kepada tujuan awal,” ujarnya.

Wanita asal surabaya ini juga membuka pelatihan pertanian untuk para pelajar dan masyarakat menggunakan paket dengan harga yang relatif murah dari mulai Rp 200-400 ribu.

“Kita perorangan gitu aja, jadi kelompok dari kelompok pertanian mana (kemudian) ingin ada kegiatan menanam. Jadi kita ada paketnya, kalau paket hanya pelatihan biasa cuma 2 jam, hanya konsultasi aja. Kalau paket yang 4 jam bisa langsung praktek,” ujarnya.

Nah, buat yang penasaran untuk berswafoto di tengah hamparan bunga yang warna-warni, ayo buruan datang ke Kampung Jambu ya!(Rus)

Trending