Connect with us

EKONOMI & BISNIS

Akhir Tahun, Lima Kepala Keluarga di Lebak Transmigrasi ke Gorontalo

Published

on

Ilustrasi Transmigrasi

Ilustrasi transmigrasi/lampost.co

Lebak – Lima Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Lebak tahun ini akan melakukan transmigrasi ke Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo.

Lima KK tersebut merupakan 5 dari 15 KK yang mendaftar dalam program transmigrasi tahun 2018 yang disediakan pemerintah melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans).

Kasi Transmigrasi Disnakertrans Lebak Yoyon Mulyana mengatakan, dari 15 KK yang mendaftar, hanya bisa 5 KK yang transmigrasi lantaran kuota yang terbatas. Sisa pendaftar akan diberangkatkan pada tahun depan.

“Tentunya ini gratis tanpa dipungut biaya apapun,” kata Yoyon, Rabu (12/9/2018).

Menurutnya, Boalemo bukan menjadi daerah yang diinginkan sisa KK pendaftar program transmigrasi. Banyak dari mereka yang menginginkan ke Kalimantan dan Sumatera Utara yang dinilai sudah terlihat progresnya ketimbang Boalemo sebagai daerah baru.

BACA JUGA: Kuota Transmigrasi Bertambah, Disnakertrans Pandeglang Lebih Selektif

Transmigran sambung Yoyon akan mendapat satu unit rumah permanen dengan luas pekarangan 500 meter persegi, dua hektar tanah yang nantinya akan digarap untuk dijadikan area perkebunan atau area usaha lainnya, dan suplai kebutuhan pokok oleh pemerintah selama satu tahun.

“Disiapkan Pemkab Lebak bagi yang ingin dan bersungguh-sungguh memulai usaha atau kehidupan baru di daerah luar,” ucapnya.

Sebelum berangkat, transmigran akan mendapatkan pelatihan terlebih dahulu di Bandung, dan akan dibekali bibit unggul oleh Disnakertrans sebagai modal untuk tani.

“Berangkat akhir tahun ini,” ucap Yoyon.

Adapun persyaratan untuk menjadi transmigran adalah sehat jasmani rohani, tidak tergabung dalam organisasi terlarang, dan bersungguh-sungguh.

Kepala Disnakertrans Lebak Maman Suparman menambahkan. kouta transmigrasi tahun ini diakui sangat minim. Untuk Banten, kuota yang ada hanya untuk 25 KK dibagi 5 kabupaten dan kota.

“Banyak warga yang mendaftar untuk mengikuti program transmigrasi, tapi karena kuota sedikit mereka jadi tidak bisa ikut,” ujarnya.

Maman menjelaskan, transmigrasi merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui program ini, transmigran diharapkan dapat memulai suatu kehidupan baru dengan tekun.

“Ini peluang berlian. Masyarakat yang tadinya tidak mempunyai apa-apa bisa mendapatkan peluang untuk berkembang di daerah lain,” katanya.(Nda)

Trending