Connect with us

GAYA HIDUP

Revolusi Hijau Suherman; Sulap Gang Kumuh Jadi Kampung Inovasi Hidroponik

Published

on

KAMPUNG INOVASI HIDROPONIK

Suherman di Kampung Inovasi Hidroponik yang dibangun di kawasan kampung kumuh.(Banten Hits/ Hendra Wibisana)

Empat tahun yang lalu, gang menuju ke permukiman warga di RT 01/ RW 02, Kelurahan Cimone, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, terasa ‘horor’ banget. Bukan karena banyak setan tapi karena suasananya yang kumuh.

Jika sedang tak terburu-buru, warga yang menggunakan akses alternatif menuju ke Jalan Utama Gatot Subroto pasti lebih memilih memutar melalui gerbang utama perumahan Bugel Indah.

Tapi, lain dulu lain sekarang. Gang yang dulu ‘horor’  kini berubah menjadi tersohor karena keindahannya. Kawasan kumuh itu kini telah berubah menjadi Kampung Inovasi Hidroponik.

Suherman, sang penggagas kampung inovasi menuturkan, terciptanya Kampung Inovasi Hidroponik berkat kemandirian dan gotong royong warga untuk merubah kampung yang kumuh menjadi kampung bersih dan hijau.

Kerja keras warga yang dimotori Suherman yang juga merupakan Ketua RT 01/RW 01 ini dimulai pada September 2017 lalu. Kerja keras kolektif itu kini mulai membuahkan hasil. Kampung tersebut mulai banyak dikunjungi.

”Untuk menjadikan kampung  hijau, salah satunya kita bercocok tanaman,  seperti kangkung, selada, dan cesin,” ujar Suherman, Rabu, 12 September 2018.

Sayuran yang disebutkan Suherman tersebut ditanam pada media hidroponik yang dipasang di dinding rumah dan pelataran kosong.

Menurut Suherman, Kampung Inovasi Hidroponik saat ini masih dalam tahap proses pengembangan oleh warga. Semua kebutuhan untuk mengembangkan kampung inovasi hidroponik dilakukan secara swadaya tanpa bantuan pemerintah.

“Karena ini hasil swadaya warga, kita baru punya empat lokasi untuk tanaman hidroponiknya,” ucapnya.

Untuk menambah keindahan, kampung inovasi yang sudah hijau kemudian diberi aksen klasik dengan memanfaatkan barang-barang bekas untuk dimanfaatkan sebagai sarana bermain anak-anak.

“Kami bangun sarana bermain yang dibuat dari bahan bekas, seperti  peti buah dan valet. Ada motor boat yang terbuat dari bahan valet, lalu ada kereta yang dibuat dari bahan peti bekas, kemudian miniatur rumah serta ayunan mainan anak-anak,” terang Suherman.

Menurut Suherman, terciptanya kampung inovasi hidroponik ini bukan untuk ajang perlombaaan, namun ia bersama warga hanya ingin merubah kampung yang tadinya kumuh menjadi kampung bersih dan indah.

“Kita berharap ke depan Kampung Inovasi Hidroponik Cimone ini bisa lebih baik lagi dan selalu ada inovasi baru untuk memberikan yang terbaik bagi warga Kampung  Cimone. Alhamdulilah,dengan hasil kemandirian semua bisa dirasakan oleh warga, ”ungkapnya.

Superman menambahkan, mask baru satu tahun berdiri, Kampung Inovasi Hidroponik sudah bayak dikunjungi warga dari luar daerah, bahkan salah satu universitas di Jakarta melakukan studi kunjungan ke tempat ini.

“Mereka yang datang ke sini melihat kemandirian dan gotong royong warga di sini,” katanya.(Rus)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × five =

Trending