Connect with us

METROPOLITAN

Pemkab Hanya Sanggup Tangani 50 Ton/ Hari, Lebak Butuh Partisipasi Pengelola Sampah

Published

on

Ratusan pelajar dan mahasiswa ketika melakukan aksi bersih bersih sampah di Lebak saat World Clean Up Day (WCD) (Istimewa)

Ratusan pelajar dan mahasiswa ketika melakukan aksi bersih bersih sampah di Lebak saat World Clean Up Day (WCD) (Istimewa)

Lebak – Pemerintah Kabupaten Lebak mencatat proyeksi timbunan sampah di Kabupaten Lebak sebanyak 634.906 Kg/hari setara dengan 231.740 ton/tahun dan yang dapat ditangani baru sekitar 50 ton/hari. 

“Kepedulian dan partisipasi mengelola sampah sangat dibutuhkan dari seluruh elemen masyarakat,” kata Asda I Pemkab Lebak Alkadri ketika dihubungi BantenHits, Minggu, 16 September 2018.

Menurutnya, timbunan sampah di Kabupaten Lebak mulai teratasi saat Paguyuban Mahasiswa Lebak (Paguma) menyelenggarakan World Clean Up Day (WCD) di beberapa rute perkotaan, Sabtu, 15 September 2018.

Rutenya, sambung Alkadri menyelusuri Alun-alun Rangkasbitung – Jalan Multatuli – Jalan Sunan Bonang – Jalan Hardiwinangun. Rute kedua menyisir sampah ke Jalan Kampung Baru 1 – Jalan Ir. H. Juanda. Kemudian rute ketiga membersihkan sampah ke Balong Rancalentah – Jalan Kapugeran, kemudian semua rombongan rute kembali ke pendopo.

“Gerakan ini  merupakan sebuah gerakan bersih-bersih yang secara serentak di 150 negara dan Lebak ikut berpartisipasi,” jelasnya.

“Saya berharap tak hanya saat WCD saja, seluruh masyarakat bisa sadar kebersihan sehingga timbunan sampah bisa diminimalisir dan tertangani,” imbuhnya.

Dewi Khairiyah Ketua Pelaksana WCD mengatakan sekitar 500 pelajar dan mahasiswa berkumpul di Pendopo Kabupaten Lebak untuk mempersiapkan gerakan bersih-bersih yang akan menyelusuri jalan-jalan protokol di sekitar kota Rangkasbitung.

“Saya berharapm gerakan bersih-bersih dapat mengurangi timbunan sampah dan membuat masyarakat menyadari pentingnya kebersihan,” pungkasnya. (Rus)

Trending