Connect with us

ADVERTORIAL

Pembinaan MGMP, Dindik Kota Tangerang Dorong Guru Tingkatkan Kompetensi Mengajar

Published

on

MGMP SMP Dindik Kota Tangerang

Pembinaan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMP Dindik Kota Tangerang mendorong guru meningkatkan kompetensi mengajar. (Banten Hits/Maya Aulia)

Tangerang – Sebanyak 300 guru SMP negeri dan swasta dari sepuluh mata pelajaran (mapel) di Kota Tangerang mengikuti Pembinaan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMP Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Tangerang, di Ruang Al Amanah Puspemkot Tangerang, Kamis (27/9/2018).

Melalui Pembinaan MGMP, ratusan guru Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS, SBK, Prakarya, Pendidikan Agama, dan PJOK diminta untuk mempelajari berbagai literasi.

Kompetensi dan kemampuan mengajar guru harus didorong  dengan mempelajari berbagai literasi terkini di tengah pengetahuan siswa yang diperoleh dari kemudahan mereka mengakses berbagai informasi.

“Kita berikan pemahaman, bahwa literasi adalah kunci pendewasaan. Kalau gurunya aja malas baca, bagaimana dia mentransfer ilmu pada anak didiknya karena referensi di otak nya sedikit,” kata Kepala Dindik Kota Tangerang, Abduh Surahman.

Diikuti 300 guru SMP sepuluh mata pelajaran. (Banten Hits/Maya Aulia)

Pembinaan MGMP bertujuan memberikan wadah bagi para guru yang ingin menambah literasi. Abduh berharap, ratusan guru sepuluh mapel yang mengikuti kegiatan tersebut memanfaatkan untuk bertukar pendapat.

“Ini wadah untuk meningkatkan kualitas agar bisa menjadi triger, guru membedah kasus sehingga lebih banyak adu argumentasi. Makanya, harus punya referensi. Misalnya, di kelas ada sebuah kasus, itu harus didiskusikan. Contoh, ada anak yang nakal, bagaimana cara penyelesaiannya, bisa saling sharing atau musyawarah guru antar mata pelajaran,” paparnya.

Sementara itu, Kabid Pembinaan dan Ketenagaan Dindik Kota Tangerang, Itu Rahayu Purwaningsih menambahkan, pembinaan MGMP memiliki output agar guru dapat mengetahui bagaimana penyusunan Rencana Program Pembelajaran (RPP) pada Kurikulum 2013. Sehingga, ketika nanti ada permasalahan dapat didiskusikan bersama.

“Outputnya kita konsentrasi kepada penyusunan RPP, karena kita kembali ke Kurikulum 2013, sehingga di sini menyatukan persepsi kalau ada permasalahan, per mata pelajaran di wilayah masing-masing sekolah itu sudah ada kegiatannya, dari pertemuan itu ada permasalahan apa, dari sepulu mata pelajaran kita kumpulkan, masalahnya yang kita bahas disini,” jelas Rahayu.

Akan ada monitoring terhadap hasil yang didapat dari Pembinaan MGMP yang berakhir pada Sabtu, 29 September 2018 tersebut. Pembinaan MGMP dapat pula digunakan untuk menambah poin pada peningkatan pangkat pada guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Termasuk kompetensi, kan begini ini juga merupakan salah satu syarat untuk naik pangkat, tiga hari equivalensis dengan 30 jam, kalo diklat sama dengan nilai 1, nanti ada sertifikat dengan jumlah jam 32 jam, untuk kredit poin naik pangkat,” katanya.(ADVERTORIAL)

Trending