Connect with us

METROPOLITAN

Ombudsman Minta Petugas Bandara Soetta Dilatih Bahasa Isyarat

Published

on

Anggota Ombdusman RI, Alvin Lie

Anggota Ombdusman RI, Alvin Lie. (Banten Hits/Maya Aulia)

Tangerang – Ombudsman RI meminta pengelola Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) memberikan pelatihan berbahasa isyarat kepada para petugas agar tidak kesulitan membantu pengunjung maupun pengguna jasa penyandang disabilitas.

“Banyak dari pengguna yang mengeluh karena ketidakpahaman petugas saat berkomunikasi dengan tunawicara. Adanya hal itu, kami memberi saran agar pengelola bandara baik Angkasa Pura I dan II bisa berkoordinasi dengan melatih petugasnya berbahasa isyarat,” kata anggota Ombudsman RI, Alvin Lie, ditemui di Terminal 3 Bandara Soetta, untuk meluncurkan buku terkait fasilitas penumpang berkebutuhan khusus di bandara, Kamis (27/9/2018).

Buku yang diluncurkan Ombudsman memuat panduan berbahasa isyarat bagi petugas pelayanan bandara. Jika para pengelola bandara mengalami kesulitan dalam merealisasikan keterampilan tersebut, Ombudsman menyarankan adanya petunjuk yang lebih jelas di kawasan bandara terutama pada lokasi tertentu yang penting seperti gate kedatangan dan kepulangan.

“Tidak hanya untuk bandara besar saja, tapi juga bandara kecil harus diperhatikan, kalau bisa petugasnya diberikan training, ada yang bisa berbahasa isyarat,” jelasnya.

Alvin mengakui, pelayanan di Bandara Soetta tergolong cukup baik. Namun, hanya soal kurangnya pelayanan bagi para penyandang disabilitas.

“Bandara Soetta menjadi percontohan bagi bandara lain. Ngurah Rai juga baik dan ramah penumpang berkebutuhan khusus. Kami menginginkan agar pemerintah mendorong pelaku usaha untuk ikut menyediakan hak pengguna para penyandang kebutuhan khusus,” saran Alvin.

Sementara itu, Direktur Pelayanan dan Fasilitas Bandara Angkasa Pura II, Ituk Herarindri mengaku, Bandara Soetta memang memiliki kekurangan kemampuan petugas berbahasa isyarat.

“Itu memang belum ada dan kami akan wujudkan secepatnya, mungkin akhir tahun, karena ini butuh proses, bagaimana kita koordinasikan dengan Angkasa Pura I supaya secara sinkron akan mewujudkan lokasi bandara yang ramah disabilitas. Untuk lokasi petunjuk saat ini memang sudah kita lengkapi dan diperjelas. Itu sebagai bahan masukan dan akan kami terapkan,” paparnya.(Nda)

Trending