Connect with us

OLAHRAGA

11 Negara Ikuti Indonesia Open X-Sports Championship di Tangerang

Published

on

Indonesia Open X-Sports Championship di Tangerang

Menpora, Imam Nahrowi dan Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar menghadiri pembukaan Indonesia Open X-Sports Championship, di Scientia Square Park, Kabupaten Tangerang. (Banten Hits/Maya Aulia)

Tangerang – Tujuh cabang olahraga (cabor) dipertandingkan dalam Indonesia Open X-Sports Championship yang digelar di Scientia Square Park, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Sabtu (29/9/2018).

Tujuh cabor itu yakni BMX Street Park, BMX Flatland, Skateboarding, Freestyle Basketball, Freestyle Soccer, Bboy dan Bgirl, dan Agresive Inline Skate. Olahraga extreme ini diikuti sebelas negara dan 22 provinsi.

Pembukaan dihadiri Menteri Pemuda dan Olaharaga (Menpora), Imam Nahrowi dan Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar.

“Terima kasih atas fasilitas yang diberikan, saya bersyukur bisa hadir langsung karena ini momentum, saya sangat mengapresiasi pemerintah daerah dan panitia,” kata Menpora.

Menurut Imam, atlet extreme kerap di pandang sebelah mata, padahal atlet yang ada di extreme sport merupakan orang-orang yang menorehkan berbagai prestasi.

“Sebagian berkat, atlet extreme sport kehidupannya extreme, kadang rambut nya plontos kayak saya, kadang panjang, kadang pakai anting, kadang disemir merah putih, kadang pakaian yang mungkin sebagian orang dikatakan aneh, apapun yang mereka tampilkan, dalam hatinya ada semangat memberi kebahagiaan dan prestasi kepada komunitasnya, kabupaten, provinsi, dan negaranya,” papar Imam.

Sementara itu, Zaki berharap kompetesi tersebut bisa menjadi wadah dan motivasi bagi para atlet dan komunitas untuk terus semangat mengukir prestasi.

“Jadikan ini ajang bagaimana kalian bisa meningkatkan kemampuan untuk melakukan segala pertandingan extreme sport. Lebih banyak extreme sport with attitude,” ujarnya.

Zaki meminta para pendukung untuk memberi dukungan kepada atlet kesayangannya dengan sewajarnya. Dalam pertandingan, menang kalah merupakan sebuah hal yang wajar.

“Enggak perlu ada fanatisme berlebihan, kontes ini ajang saling unjuk kelebihan, unjuk skill masing-masing, buat semua kontestan ini adalah keluarga besar,” imbaunya.(Nda)

Trending