Connect with us

Pilpres

Ormas Deklarasi Dukung Jokowi-Ma’ruf di Ponpes Al-Muawanah, Bawaslu Pandeglang Sebut Bukan Pelanggaran

Published

on

Bawaslu Pandeglang gelar rakernis kepada 35 Panwascam di Pandeglang

Bawaslu Pandeglang gelar rakernis kepada 35 Panwascam di Pandeglang supaya Panwascam bisa selesaikan sengketa Pemilu.(Banten Hits/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Sejumlah organisasi masyarakat atau ormas di Pandeglang yang tergabung dalam santri salafiyah Pandeglang setuju Jokowi utuh (Salapan Tujuh) mendeklarasikan dukungan untuk pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pondok Pesantren Al-Muawanah, Rabu, 19 September 2018.

Di hadapan pelajar di pondok pesantren tersebut, Ketua Salapan Tujuh Ust. Aziz Nurdin mengajak masyarakat mendukung Jokowi dua periode karena sosok yang akan mendampingi Jokowi adalah seorang ulama yang dapat membantu Jokowi untuk menjaga persatuan dan kesatuan.

BACA JUGA: Sejumlah Ormas di Pandeglang Deklarasi Dukung Jokowi-Ma’ruf di Ponpes Al Muawanah Menes

Kegiatan politik praktis di lingkungan pendidikan ini disoroti Bawaslu Kabupaten Pandeglang. Bawaslu menilai, kegiatan yang diketuai Ustaz Aziz Nurdin diduga telah melanggar Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum atau Pemilu dan PKPU nomor 23 Tentang Kampanye.

“Saya menyayangkan (deklarasi itu digelar di ponpes) yah. Dalam pandangan kami lembaga pendidikan tidak boleh ada kegiatan aktivitas Politik,” kata Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Pandeglang, Karsono di ruangannya, Kamis, 20 September 2018.

BACA JUGA: Deklarasi Dukungan Jokowi-Ma’ruf di Ponpes Al Muawanah Terindikasi Melanggar

Namun, tiga pekan kemudian sikap Bawaslu Pandeglang berubah 180 derajat. Ketua Bawaslu Pandeglang Ade Mulyadi memastikan deklarasi dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf di Ponpes Al-Muawanah bukan pelanggaran.

Berbeda dengan yang disampaikan salah satu komisonernya kala itu, Ade malah menyebut kegiatan tersebut hanyalah ajakan untuk menjaga kondusivitas Pemilu 2019.

Kesimpulan kegiatan di Ponpes Al-Muawanah bukan pelanggaran, lanjut Ade, dipastikan setelah pihaknya meminta keterangan Ketua Panitia kegiatan Ust Aziz Nurdin.

“Itu sudah dimintai keterangan oleh Bawaslu. Dari hasil (pemeriksaan) panitia mengaku jika hal tersebut bukan kampanye, hanya untuk menjaga kondusivitas dalam Pemilu mendatang,” kata Ade, Selasa, 9 Oktober 2018.

Saat kegiatan, Dewan Pembina Salapan Tujuh KH Hamdi Ma’ani juga mengajak seluruh elemen masyarakat agar membantu Jokowi untuk meneruskan kepemimpinannya pada periode selanjutnya.

“Kita para ulama di sini harus terus mendukung para pemuda, santri kita dan alumni-alumni salafiyah untuk meneruskan perjuangan dan mengawal Joko Widodo dan Kiai Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wapres untuk periode 2019-2024,” tegasnya.(Rus)

Trending