Connect with us

METROPOLITAN

Polres Metro Tangerang Bongkar Sindikat Prostitusi Online di Karawaci

Published

on

Jajaran Polres Metro Tangerang bongkar sindikat prostitusi online di karawaci

Polres Metro Tangerang berhasil membongkar sindikat prostitusi online di Karawaci. Satu tersangka merupakan WNA Korea Selatan. (Banten Hits/ Maya Aulia)

Tangerang – Polres Metro Tangerang berhasil membongkar sindikat bisnis prostitusi online. Satu pelaku, MHM (55) yang merupakan pengelola bisnis lendir tersebut diketahui warga negara asing (WNA) asal Korea Selatan.

Selain MHM, petugas berhasil mengamankan enam pelaku lainnya yang merupakan anggota sindikat MHM. Sementara, satu pelaku yang juga WNA Korea dinyatakan masuk daftar pencarian orang (DPO).

“Satu warga Korea sebagai pemilik penyedia jasa. Satu orang lagi masih DPO. kita akan berkoordinasi dengan (Kantor) Imigrasi karena yang satu itu juga berkewarganegaraan Korea,” kata Kapolres Metro Tangerang Kota Kombespol Harry Kurniawan, Selasa, 9 Oktober 2018.

Harry mengatakan, bisnis tersebut dilakukan via ponsel dengan terstruktur. Para pelaku menggunakan modus menyebarkan nomor telepon secara acak hingga ada lelaki hidung belang yang menghubungi.

“Komunikasinya menggunakan handphone atau sexphone. Modusnya salah seorang pelaku RZ sebagai operator, mereka melakukan penyebaran nomer telepon premium call dengan nomor 0809sekian. Penyebarannya ke seluruh nomor yang mereka inginkan, salah satunya ke anggota kami,” ujarnya.

Dari situ, sambung Harry, pihaknya segera melakukan penyamaran, guna penyelidikan lebih dalam. Dari penyamaran tersebut, petugas yang menyamar bertemu di salah satu hotel di Kota Tangerang.

“Dilakukanlah transaksi melalui handphone dengan menggunakan kata bernada seks, mereka janjian di salah satu hotel di Tangerang. Setelah menggunakan handphone biasanya nanti calon pelanggan akan berkencan di hotel untuk bertransaksi dan berbuat seks,” tuturnya.

Dikatakan Harry, selanjutnya pihaknya dapat melakukan penangkapan dan pengembangan, di salah satu ruko di wilayah Karawaci. Dari tangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan tujuh orang.

“Lima di antaranya perempuan yang bertindak sebagai operator di dalam sexphone tersebut dan sebagai pelaku apabila transaksi baik SMS maupun telp, satu orang laki-laki inisial RZ sebagai membroadcast nomor handphone melalui SMS,” beber Harry.

Para pelaku dijerat Pasal 45 dan Pasal 27 ayat 1 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang UU ITE, dengan pidana penjara paling lama enam tahun.(Rus)

Trending