Connect with us

EKONOMI & BISNIS

Sentra Pengolahan Ikan Asin Kecamatan Sumur Penggerak Ekonomi Warga Pesisir

Published

on

Sentra Pengolahan Ikan Asin di Kecamatan Sumur

Sejumlah pekerja di tempat pengolahan ikan asin menjemur ikan hasil tangkapan untuk dioleh menjadi ikan asin. (BantenHits/ Engkos Kosasih)

Pandeglang – Kecamatan Sumur telah menjadi sentra penghasil ikan asin utama di Kabupaten Pandeglang. Sedikitnya ada 30 pengerajin ikan asin di kecamatan paling ujung Kkabupaten Pandeglang ini. Keberadaan para pengrajin ikan asin berhasil meningkatkan perekonomian warga sekitar.

Sebelum 1995, masyarakat Sumur yang mayoritas nelayan kerap kebingungan untuk mengelola hasil tangkapan ikan. Berkat keuletan Daimin, salah seoraong warga Desa Sumurjaya, para nelayan seolah menemukan titik terang untuk mengelola hasil tangkapanya.

Daimin yang merupakan kelahiran Provinsi Lampung saat itu menampung hasil tangkapan ikan dari nelayan. Ikan-ikan tangkapan itu kemudian diolahnya menjadi ikan asin. Hasil usaha sederhana itu kemudian dijual ke luar daerah Banten, seperti Bogor dan Jakarta.

Belakangan, usaha pengolahan ikan asin tersebut dinilai semakin menjanjikan dan berkembang. Diawali oleh Daimin, kini di Kecamatan Sumur telah bermunculan pengolahan ikan asin serupa. Tercatat ada sekitar 30 pengrajin yang mampu menyerap ratusan warga sekitar.

Para pengrajin yang sekarang membuka usaha, awalnya bekerja di tempat Daimin. Setelah mampu mengelola ikan asin akhirnya mereka mengembangkan kembali secara pribadi.

“Sehari mampu menghasilkan 4-5 ton ikan asin jenis teri, tergantung cuacanya di lautnya. Kalau cuacanya kurang bersahabat paling 3-4 kwintal,” kata Daimin kepada BantenHits.com, Kamis, 1 November 2018.

Sebagai salah seorang pengelola ikan asin di Kecamatan Sumur, Daimin mengaku bangga bisa menumbuhkan perekonomian masyarakat. Ditambah lagi, kerja kerasnya tersebut tanpa campur tangan dari pemerintah.

Cicih, salah seorang warga yang bekerja di tempat pengelolaan ikan asin Daimin mengaku terbantu dengan adanya pengelolaan ikan asin di Kecamatan Sumur, sehingga ia bisa membantu meringankan kebutuhan keluarga.

“Saya sudah 4 tahun bekerja di sini. Alhamdulilah bisa buat jajan anak sekolah dan kebutuhan lainnya. Sehari saya mendapat upah Rp 30-40 ribu,” katanya.

Camat Sumur, Endin mengatakan ikan asin teri yang di hasilkan di Kecamatan Sumur berdampak bagus bagi masyarakat. Karena bisa menyerap tenaga kerja.

“Bayangkan di sini (tempat Daimin) saja ada 100 pekerja. Di sini ada 30 pengelola ikan asin, berapa banayak yang bekerja? Ini sangat bagus sekali,” tambahnya.(Rus)

Trending