Connect with us

METROPOLITAN

Teridentifikasi dari DNA Anak Tunggalnya, Ini Pesan Terakhir Korban Lion Air

Published

on

Rumah Duka Herjuno Depito salah satu korban Lion Air

Suasana di rumah almarhum Herjuno Depito, salah satu korban Lion Air. (BantenHits.com/ Maya Aulia)

Tangerang – Tim Disaster Victim Identification Kepolisian Republik Indonesia atau DVI Polri hingga Selasa malam, 6 November 2018 telah berhasil mengidentifikasi total 44 jenazah penumpang Lion Air JT-610 yang jatuh di Perairan Laut Karawang, Jawa Barat.

BACA JUGA: Sudah 44 Jenazah Penumpang Lion Air JT-610 Teridentifikasi Tim DVI Polri

Salah satu korban yang berhasil diidentifikasi adalah Herjuno Darpito (47). Jenazah Herjuno tiba di rumah duka, Selasa malam, 6, November 2018 sekira pukul 21.00 WIB di Jalan Bougenvile 2, RT 03/01, Bencongan Indah, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Jenazah dari ayah anak satu ini segera disalatkan di Masjid Muhajirin, sebelum diterbangkan langsung menuju Yogyakarta melalui Bandara Soekarno Hatta, Tangerang untuk proses pemakaman di kampung halamannya di Gunung Kidul.

Menurut adik ipar korban, Heri, Herjuno berhasil terindentifikasi melalui DNA anak tunggalnya, Safira yang menyambangi RS Kramat Jati pada Rabu, 30 Oktober 2018 lalu bersama dengan para jajaran Pelindo II yang menjemputnya.

Ia mengatakan, selama sembilan hari proses pencarian jasad dari sang kakak, Safira, anak korban sempat bercerita padanya, kenangan terakhir ia bersama sang ayah sebelum, melakukan penerbangan menuju Pangkalpinang untuk bekerja.

“Terkahir kan antar ponakan ke sekolah untuk pergi ke Bandung terus cuma pesan jaga ibu. Itu saja Safira cerita,” kata Heri di rumah duka, Rabu pagi, 7 November 2018.

Kerabat dan saudara terus berdatangan untuk mengucapkan bela sungkawa atas perginya Herjuno yang dikenal sangat ramah meski, jarang berada di Tangerang lantaran, tugasnya di Pangkalpinang. (Rus)

Trending