Connect with us

METROPOLITAN

Menristekdikti dan Ketua KPK Uji Coba Kapal Pelat Datar yang Diproduksi di Pakuhaji Tangerang

Published

on

Menristekdikti Uji Coba Kapal Pelat Datar yang Diproduksi di Pakuhaji Tangerang

Menristekdikti Muhammad Nasir dan Ketua KPK Agus Raharjo saat meninjau kapal pelat datar yang diproduksi di Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. (BantenHits.com/ Hendra Wibisana)

Tangerang – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi atau Menristekdikti Mohammad Nasir bersama Ketua KPK Agus Raharjo meninjau pembuatan tiga unit kapal pelat datar di Desa Kali Baru, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Selasa, 20 November 2018. Rombongan melakukan uji coba kapal ke Pulau Untung Jawa.

Rencananya, kapal pelat datar yang mampu mengangkut 16 penumpang dan menampung 20 ton ikan nelayan ini akan menyeberangi empat desa di Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat.

Mohammad Nasir mengatakan, hasil tinjauan terhadap proses pembuatan kapal dinyatakan bagus. Saat ini pihaknya akan mempertemukan peneliti dan Kemenristekditi, serta Kementerian KKP.

“Harapan saya ini segera disambungkan. Kalau semuanya sudah tersambung maka pekerjaan ini akan cepat selsai,” Kata Mohammad Nasir.

Kelebihan kapal pelat datar ini, jelas Nasir, pengerjaannya lebih cepat dan kos marjinalnya lebih murah.

“Tiga kapal ini sesusai dengan pesanan. Nanti setelah selesai penyertifikatan, kita lakukan pengerjaannya secara massal. Soal harga jelas lebih kompetitif dibandingkan dengan fiber, karena bahan dari lokal. Saya harap pada tahun 2019 sudah bisa dilakukan,” jelas Nasir.

Direktur Utama Juragan Kapal Adi L. Simanungkalit mengatakan, kapal pelat datar ini berukuran 29 grosston dengan daya tampung ikan sekitar 20 ton.

Menurut Adi, saat ini kapal nelayan terbuat dari bahan kayu yang saat ini bahan materialnya sulit didapatkan dan harganya cukup mahal, karenanya dibutuhkan material yang berkelanjutan.

“Kami hadir melalu teknologi kapal pelat datar yang terbuat dari bahan baja dan dibangun lebih murah dan lebih cepat dibanding dengan kapal yang sudah ada,” ujar Adi.

Tiga kapal datar yang dibuatnya, lanjut Adi, merupakan proyek pionir BP Tangguh yang bekerjasama dengan Universitas Papua yang akan segera diselesaikan dalam waktu tiga bulan.

”Jadi tiga unit kapal ini kontraknya tiga bulan. Untuk harga kapal sendiri per unitnya Rp 1,6 miliar,” terang Aldi.

Ditambahakan Adi, teknologi kapal pelat datar ini inovasi salah satu desainer perkapalan di Universitas Indonesia Hadi Tresno Wibowo.

“Jadi teknologi kapal pelat datar ini yang berbahan baja dibangun dengan meniadakan lengkungan kapal yang ternyata di industrinya yang aktivitasnya paling kompleks dan biaya paling tinggi. Jadi ketika itu ditiadakan, kita bisa bikin kapal cepat dan murah, dan juga bisa disebarluaskan ke seluruh Tanah air,” jelasnya.(Rus)

Trending