Connect with us

METROPOLITAN

Rawan! Kelompok Pendekar dan Massa LSM Berhadap-hadapan di PT Molly Cop Cilegon

Published

on

Kelompok Pendekar dan Ormas Berhadap-hadapan di PT Molly Cop Cilegon

Massa dari keompok pendekar yang mengatasnamakan Labas berunjuk rasa di PT Molly Cop. Sementara kelompok massa lainnya dari LSM BMPP mencoba mengadang aksi Labas. (BantenHits.com/ Iyus Lesmana)

Cilegon – Dua kelompok massa berbeda kepentingan berhadapan-hadapan di PT Molly Cop, sebuah perusahaan produsen bola baja atau grinding media yang berada di Kawasan Industri Estate Cilegon (KIEC), Kota Cilegon, Senin, 3 Desember 2018.

Kelompok massa pertama yakni kelompok pendekar yang mengatasnamakan Laskar Pendekar Banten Sejati (Labas), sementara kelompok kontranya massa LSM Banten Monitoring Perdagangan dan Perindustrian (BMPP).

Labas berunjuk rasa karena menuding PT Molly Cop tidak memerhatikan warga sekitar. Sementara LSM BMPP diduga hendak menghalang-halangi aksi yang dilakukan Lapbas.

Pantauan BantenHits.com sebelum melakukan aksi unjuk rasa, ratusan massa dari Lapbas terlebih dahulu berkumpul di lapangan sepak bola yang berlokasi di Kelurahan Semang Raya, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon. Dengan mendapatkan pengawalan dari kepolisian ratusan massa langsung bergerak menuju lokasi perusahaan untuk berunjuk rasa di depan PT Molly Cop.

Untuk menghindari terjadinya konflik antara kedua kubu massa ratusan personel kepolisian dari Polres Cilegon, dibantu oleh anggota Dit Samapta Polda Banten memisahkan kedua kubu masaa yang akan melakukan aksi unjuk rasa.

Dalam orasinya, Alex salah seorang pengunjuk rasa menuntut agar manajemen perusahaan dapat berpihak kepada masyarakat yang tinggal tak jauh dari lokasi perusahaan. Ia menuding sejak berdirinya perusahaan hingga saat ini warga masyarakat sama sekali tidak pernah mendapatkan perhatian.

“Keberadaan perusahaan seharusnya dapat memeberikan manfaat terhadap masyarakat, namun kenyataannya justru sebaliknya bahkan terkesan tidak memeprdulikan nasib para masyarakat yang terkena dampak perusahaan,” ujar Alex, Senin, Desember 2018.

Saat disinggung adanya aksi tandingan yang dilakukan LSM BMPP, Alex mengatakan tidak mempersoalkannya. Pasalnya ia bersama massa lainnya melakukan unjuk rasa dengan tuntutan kepada manajemen perusahaan.

“Massa Kita bukan massa bayaran. Kita memperjuangkan untuk masyarakat sekitar khususnya Cilegon agar diperhatikan oleh perusahaan,” tandasnya.

Hingga berita ini dipublish aksi unjuk rasa dari dua kubu massa masih terus berlangsung dengan mendapatkan pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Sementara managemen PT Molly Cop belum bisa dikonfirmasi oleh awak media. (Rus)

Trending