Connect with us

METROPOLITAN

GMNI Kabupaten Lebak Unjuk Rasa Desak Polisi Ungkap Kasus Kematian dr. Archi Cherrya Oktiandini

Published

on

AKSI GMNI DESAK KEMATIAN DR.ARCHI

Aktivis GMNI Kabupaten Lebak menggelar aksi unjuk rasa mendesak polisi mengungkap kematian dr. Archi Cherrya Oktiandini. (BantenHits.com/ Fariz Abdullah)

Lebak – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia atau GMNI Kabupaten Lebak menggelar aksi unjuk rasa di dua lokasi, yakni di Jalan Hardiwinangun, perempatan lampu merah, Rangkasbitung dan di depan Kantor Bupati Lebak, Kamis 6 Desember 2018.

Aksi ini merupakan aksi kemanusian terkait kematian dr. Archi Cherrya Oktiandini yang hingga saat ini belum menemui titik terang.

“Kita menyayangkan hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai kematian dr. Archi yang tewas diduga keracunan asap genset,” kata korlap aksi Sandi Maulana.

BACA JUGA: Jajaran Polres Lebak ‘Bungkam’ soal Kematian dr. Archi, Polda Banten Ingatkan Kewajiban Polisi Berikan Informasi

Sandi mengaku, turunnya GMNI ke jalan sebagai bentuk kepedulian lantaran tidak adanya tindak lanjut dari kepolisian mengenai kasus dr. Archi Cherrya Oktiandini.

“Sampai saat ini tidak jelas bagaimana kasusnya? Kita mendesak polisi segera mengungkap persoalan ini secara detail,” tegasnya.

Sandi mengaku miris dengan kinerja polisi yang terkesan rumit dan memperpanjang pengusutan kasus kematian dr. Archi Cherrya oktiandini.

“Kita sebagai manusia biasa prihatin lah, apalagi dr. Archi sedang mengandung, kita minta polisi untuk segera mengungkap,” pungkasnya.

Kematian Senyap

Kematian mantan model gadis sampul Majalah Gadis dan host televisi ini menyisakan banyak pertanyaan. Jajaran Polres Lebak mengaku kesulitan untuk mengungkap kasus ini karena keeluarga menolak jasad dr. Archie diotopsi.

BACA JUGA: Pengungkapan Penyebab Pasti Kematian dr. Archi Cherrya Oktiandini Terkendala Keputusan Keluarga

Saat ditemukan tewas di kamar kosnya, 17 November 2018, kondisi Archi tengah mengandung anak pertama.

Sejumlah saksi mata di lokasi kejadian menuturkan, peristiwa tewasnya Archi berawal saat listrik di sekitar Jalan Iko Jatmiko mati, Sabtu, 17 November 2018, sekitar pukul 08.00 WIB.

Pegawai Indomaret pun menyalakan genset. Sekitar pukul 10.00 WIB genset juga padam lantaran kehabisan bahan bakar.

“Setelah habis bahan bakar Indomaret tutup, ketika ditutup tidak lama kita semua yang berada di dalam toko merasa mual dan pusing, kita juga tidak tahu kalau didalam kontrakan ada penghuninya,” kata salah seorang pegawai Indomaret yang meminta namanya dirahasiakan kepada BantenHits.com.

Sementara, Joni, salah seorang pedagang parfum yang berada tepat di depan Indomaret dan kamar kosan korban menuturkan, saat kejadian tak ada fenomena yang tak lazim di lokasi kejadian. Satu-satunya peristiwa yang menjadi pusat perhatian bersama adalah aliran listrik yang mati saat itu.

“Jadi tak ada jeritan, asap atau kegaduhan,” ungkapnya.(Rus)

Trending