Connect with us

METROPOLITAN

Airin Rahmi Ingkar Janji Beri Mesin Pengolah Sampah

Published

on

Tangerang, Banten Hits.com– Pemerintah Kota Tangerang Selatan di bawah kepemimpinan Airin Rahmi Diani, ditagih janji oleh warga Kecamatan Setu yang tinggal di sekitar Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Cipeucang, Kota Tangerang Selatan.

 “Pemkot janji akan menyediakan mesin pengolahan sampah. Tapi, sudah delapan bulan berjalan tidak ada bukti,” kata Endang Sugianto, Ketua Forum Transerta Masyarakat TPST Cipecang Tangsel, Kamis (21/02/2013).

Tangerang, Banten Hits.com– Pemerintah Kota Tangerang Selatan di bawah kepemimpinan Airin Rahmi Diani, ditagih janji oleh warga Kecamatan Setu yang tinggal di sekitar Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Cipeucang, Kota Tangerang Selatan.

 “Pemkot janji akan menyediakan mesin pengolahan sampah. Tapi, sudah delapan bulan berjalan tidak ada bukti,” kata Endang Sugianto, Ketua Forum Transerta Masyarakat TPST Cipecang Tangsel, Kamis (21/02/2013).

Pernyataan Endang ini diutarakan seusai penyampaian keluhan kepada DPRD Kota Tangerang Selatan yang mengunjungi tempat tersebut.

Warga menilai, kata Endang, pengelolaan TPST Cipeucang oleh Pemkot Tangerang Selatan terkesan dipaksakan. Karena menurut Endang, saat itu Pemkot Tangsel janji jika TPST Cipeucang hanya sebagai uji coba untuk menampung sampah di tiga kecamatan. Namun, setelah berjalan delapan bulan, ternyata menampung sampah dari warga di tujuh kecamatan.

Akibatnya, terjadi penumpukan sampah tanpa adanya pemilihan antara sampah rumah tangga dan sampah medis. “Hal ini sangat membahayakan warga, karena sampah medis dari klinik, bisa saja masuk dan menjadi sumber penyakit,” ujarnya.

Tak hanya itu saja, tumpukan sampah yang sudah meninggi dan tersiram air hujan di tempat itu, hanya diurug oleh tanah. “Tidak ada sistem pengolahan sampah yang jelas. Pengolahan yang ada saat ini seperti pengolahan zaman kampung,” katanya.

Oleh karena itu, warga meminta kepada Pemkot Tangerang Selatan untuk segera memperbaiki pengelolaan sampah. “Kami setiap hari menghirup udara tak sedap dan banyak lalat yang timbul,” tegasnya.

Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Kota Tangsel, Taher mengatakan, pihaknya akan melakukan perbaikan terhadap manajemen pengolahan sampah. “Kita akan lakukan kajian dan dalam waktu satu minggu, akan dikerjakan semua masalahnya,” katanya.

Sementara, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Tangsel, Rahmat Salam mengakui, dampak lingkungan dari adanya TPST Cipeucang harus dilakukan kajian mendalam. “Kita ada program jangka pendek terkait tahapan pengolahan sampah. Jadi, tidak ada menimbulkan bau dan lalat,” katanya. (Ningrum)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen + 11 =

Trending