Connect with us

SENI & BUDAYA

Tari Bedug Batari Semarakkan Budaya Banten

Published

on

Serang, Banten Hits.com – Sanggar Bina Seni Tari Raksa Budaya (RB) meluncurkan sebuah karya tari garapan terbaru bertajuk Bedug Batari pada milad ke-27 di padepokan sanggar, Ciracas, Kota Serang, Kamis (21/2/2013) kemarin. Tari Bedug Batari merupakan karya ke-29 yang diciptakan Maya Rani Wulan bersama tim musik sanggar RB. Karya seni yang ditampilkan enam penari itu memadukan dua corak kesenian yakni Banten dan Sunda.

Serang, Banten Hits.com – Sanggar Bina Seni Tari Raksa Budaya (RB) meluncurkan sebuah karya tari garapan terbaru bertajuk Bedug Batari pada milad ke-27 di padepokan sanggar, Ciracas, Kota Serang, Kamis (21/2/2013) kemarin. Tari Bedug Batari merupakan karya ke-29 yang diciptakan Maya Rani Wulan bersama tim musik sanggar RB. Karya seni yang ditampilkan enam penari itu memadukan dua corak kesenian yakni Banten dan Sunda.
“Seni tradisional Banten diwakili dari kesenian rampak bedug, sedangkan unsur Sundanya kental di pijakan gerak dan kostum,” ujar Maya Rani Wulan, pendiri Raksa Budaya, seperti dikutip Radar Banten

BACA :  Acara Festival Silat Bandrong Dikepung Hujan Lebat, Ini yang Dilakukan Para Pendekar di Kota Serang

Sebagai karya ke-29, tari Bedug Batari diharapkan Maya mampu menambah khazanah karya seni tari maupun seni pertunjukan yang selama ini dikembangkan Raksa Budaya di tengah masyarakat. Dari sisi esensi seni, Bedug Batari, ingin menampilkan sebuah citra berbeda tentang rampak bedug. “Selama ini rampak bedug kental dengan dunia lelaki, baik dari sisi penampilan maupun kostum. Nah, di tari Bedug Batari ini kami ingin menunjukkan bahwa rampak bedug pun bisa ditampilkan dengan nuansa halus, luwes, dan anggun,” ungkap Maya.

Mengenai 27 tahun berkiprah di sanggar,  Maya yang juga menjabat Kabid Kebudayaan Disporaparbud Kota Serang ini mengungkapkan, yang paling membanggakan yaitu dari tahun ke tahun semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk mendalami seni tradisional Banten maupun Nusantara di sanggarnya.
Saat ini murid Raksa Budaya yang aktif berlatih mencapai 212 anak. “Ini di antaranya yang terus memicu saya untuk menciptakan tari kreasi tradisional, baik sebagai penambah khazanah seni budaya di Banten, sebagai upaya meretas prestasi di berbagai lomba karya tari, ataupun sekedar sebagai wujud ekspresi saya dalam berkesenian,” tutur Maya.

BACA :  Memandikan Perahu di Perayaan Peh Cun, Menghormati Leluhur dan Dipercaya Membawa Keberuntungan

Kepala Disbudpar Banten Dadie Ruswandi menyatakan, kiprah Raksa Budaya selama 27 tahun yang telah diakui di pentas nasional dan internasional  tepat untuk dijadikan contoh dalam manajerial sebuah sanggar seni. “Terlebih di tengah serbuan seni modern maupun seni budaya asing yang kini semakin marak. Dengan penanganan yang profesional, kiprah sebuah sanggar seni tari tidak lagi di tatanan memberi ruang ekspresi bagi minat dan bakat semata. Tetapi lebih jauh lagi, adalah sebagai benteng seni budaya bagi generasi muda kita,” ungkapnya. (RB/Ningrum)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler