Connect with us

METROPOLITAN

Masih Banyak Balita Gizi Buruk di Banten

Published

on

Tangerang, Banten Hits.com – Tubuhnya kurus. Beratnya hanya 6 Kilogram. Padahal di usianya yang menginjak 23 bulan, ia seharusnya memiliki bobot tubuh yang ideal, 9 sampai 12 kilogram. Risnawati, putri kelima pasangan Ungut dan Samin itu, hanya bisa tergolek lemah di bangsal perawatan Puskesmas Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten.

Tangerang, Banten Hits.com – Tubuhnya kurus. Beratnya hanya 6 Kilogram. Padahal di usianya yang menginjak 23 bulan, ia seharusnya memiliki bobot tubuh yang ideal, 9 sampai 12 kilogram. Risnawati, putri kelima pasangan Ungut dan Samin itu, hanya bisa tergolek lemah di bangsal perawatan Puskesmas Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten.

Sudah tiga hari, bocah asal kampung Gempol Sari, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang itu selalu mengerang kesakitan. Jarum infus yang menempel ditangan membuatnya kian rewel. Mungkin karena kesakitan. Sang ibu, Ungut terpaksa harus ekstra memomongnya.

BACA :  Akui Merugi, Inul Vizta Cilegon Bantah Tak Bayar Gaji

Risna adalah salah satu balita dari sekian ribu balita di Kabupaten Tangerang, Banten yang divonis dokter menderita gizi buruk.

Ungut menceritakan, awalnya Risna hanya menderita buang-buang air saja dan susah makan. Kondisi itu terjadi sekitar dua bulan belakangan. Ia sempat membawa Risna ke klinik, namun karena tidak ada biaya untuk merawat putrinya, Ungut akhirnya membawa Risna ke Puskesmas Sepatan.

“Saya bingung, buat makan sehari-hari saja kekurangan. Mau bayar pakai apa, kalau anak saya dirawat di klinik,” ujarnya kepada Bantenhits.com, Kamis (28/02).

Selain Risna, ada satu balita lain yang juga dirawat di Puskesmas Sepatan. Sri Rahayu, namanya. Usianya baru 13 bulan. Sri juga terlahir dari keluarga miskin, pasangan Mirsan dan Nunung,  warga asal Kampung Sarakan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten.

BACA :  Giliran DPRD Angkat Bicara soal Perbaikan Jalan Nasional di Lebak

Kepala Puskesmas Sepatan Dokter Gizi Trully Kartikawati membenarkan, saat ini pihaknya tengah merawat dua balita asal warga Sepatan yang menderita gizi buruk. “Keduanya positif gizi buruk. Kita sudah berikan pertolongan pertama,” ujarnya.

Selama dirawat, pihaknya sudah memberikan kedua balita itu dengan asupan gizi dan obat-obatan tambahan. Balita yang menderita gizi buruk itu akan menjalani perawatan selama 15 hari. “Kita akan terus monitor perkembangannya, dan mudah-mudahan kondisinya terus membaik,” kata Trully.

Sepanjang tahun 2012, Puskesmas Sepatan telah merawat sebanyak empat balita penderita gizi buruk. Sedangkan dari awal 2013, baru dua balita gizi buruk yang dirawat.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Propinsi Banten menyatakan sebanyak 7.213 balita mengalami gizi buruk. Data tersebut diperoleh berdasarkan hasil pemantauan status gizi balita di Propinsi Banten sepanjang tahun 2012.

BACA :  Bangun RTH, Puluhan Lapak Pedagang Pasar Kranggot Cilegon Dibongkar

Kepala Seksi (Kasi) Gizi Bidang Pembinaan Kesehatan Masyarakat (Binkesmas) Dinas Kesehatan Banten, Andi Suhardi sebagaimana dikutip tempo.co, Senin (25/02) menyatakan penderita gizi buruk tersebar di sejumlah wilayah di Propinsi Banten. Seperti Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Tangerang, dan Kota Tangerang.

Masing-masing rinciannya, KabupatenTangerang tercatat sebanyak 1.568 balita, Kabupaten Serang 1. 557 balita, Kota Tangerang 1. 273 balita dan Kabupaten Pandeglang 1.052 balita. (Taufik/Soed)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler