Connect with us

WISATA

Pariwisata dan Budaya Diusulkan Jadi Dinas

Published

on

Tangerang, Banten Hits.com – Prestasi beberapa daerah di Indonesia menunjukan, bagaimana pariwisata dan budaya, menjadi faktor utama yang dijadikan pemerintah daerah tersebut untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sebut saja Bali, misalnya. Daerah ini berhasil melestarikan budayanya, sekaligus dalam waktu bersamaan, menjadikannya sebagai andalan dalam meningkatkan pendapatan daerah lewat kunjungan wisatawannya.

Tangerang, Banten Hits.com – Prestasi beberapa daerah di Indonesia menunjukan, bagaimana pariwisata dan budaya, menjadi faktor utama yang dijadikan pemerintah daerah tersebut untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sebut saja Bali, misalnya. Daerah ini berhasil melestarikan budayanya, sekaligus dalam waktu bersamaan, menjadikannya sebagai andalan dalam meningkatkan pendapatan daerah lewat kunjungan wisatawannya.

BACA :  Layar-layar Harapan yang Berkembang di Pantai Serang

Akan tetapi, pandangan menjadikan obyek pariwisata dan budaya untuk menarik wisatawan tidak dilakukan Pemkab Tangerang. Banyaknya obyek wisata dan kebudayaan yang tidak mendapatkan perhatian khusus membuat pariwisata dan budaya di Kabupaten Tangerang tak dikelola secara maksimal.

Bahkan yang paling mengejutkan, titik potensi wisata dan budaya di Kabupaten Tangerang saat ini nyaris hilang dan punah. 

” Kebijakan pemerintah untuk pariwisata memang saya akui kurang serius, minimnya anggaran membuat kami tidak dapat berbuat banyak untuk mengembangkan potensi yang ada,” kata Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga dan Budaya Pariwisata, Soma Atmaja, Jumat (01/03/2013).

Kebijakan ini dikatakan Soma terjadi akibat masih bersatunya dinas yang menaungi masalah ini. ” Solusi pariwisata ini seyogyanya diatur tersendiri, dengan memisahkan dinas ini tersendiri, sehingga dapat lebih fokus dalam mengembangkan dan menggali potensi yang ada,” ucapnya lagi.

BACA :  Puan Maharani Dijadwalkan Buka Festival Baduy 2016

Terkait wacana pemisahan pariwisata dan budaya dari Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata Kabupaten Tangerang untuk dijadikan dinas tersendiri, Agung Djatmiko Ketua 1 Dewan Kesenian Kabupaten Tangerang (DKKT) sependapat dengan Soma Atmaja.

Diakui Soma, hingga saat ini anggaran untuk pariwisata dan budaya hanya Rp 1 Miliar setiap tahunnya. Minimnya anggaran yang didapat, lagi-lagi dijadikan alasan tidak berkembangnya pariwisata di Kabupaten Tangerang yang sebenarnya memiliki potensi besar ini.

“Kalau mengenai besaran anggaran itu relatif. Harusnya bisa dimaksimalkan,” kata Agung.

Saat ini sendiri, Pemkab Tangerang mengaku tidak memiliki dan mengelola satupun obyek wisata yang tersebar di 29 kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang. Untuk objek wisata yang sebenarnya bisa dijadikan potensi untuk menarik wisatawan itu, Pemkab Tangerang hanya sekedar sebagai penyokong saja.

BACA :  Kemenpar Ajak Pemda dan Pelaku Pariwisata Kerja Keras Capai Target 15 Juta Wisman

” Wisata memang belum jadi andalan, Pemkab hanya menyokong saja sifatnya, seperti menyediakan rute penunjuk jalan, fasilitas kamar mandi,” terangnya kembali.

Pembaca yang budiman, untuk diketahui, sebenarnya obyek pariwisata di Kabupaten Tangerang ini cukup banyak. Mulai dari hutan Solear yang dihuni komunitas kera, pantai dan pulau-pulau yang punya daya tarik, pemakaman-pemakaman yang memiliki nilai sejarah, dan bangunan yang mengandung nilai budaya khas Kabupaten Tangerang. (Riani)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler