Connect with us

PERSONA

Abdul Aziz, Menggalang Kebaikan @SedekahHarian

Published

on

Di tengah ragam persoalan yang tengah merundung negeri ini—di mana, seolah semua ruang telah penuh sesak oleh tindakan jahat—kebaikan hadir seolah seperti oase di pandang tandus. Kebaikan menjadi cahaya yang mampu memberikan kehidupan bagi orang sekitar. 

Bersedekah adalah salah satu kebaikan yang amal kebaikannnya takkan pernah berhenti mengalir terhadap si pelakunya. Begitulah sebuah keterangan yang masyhur menyebutkan.

Era digital seperti sekarang ini, ternyata semakin memudahkan orang untuk berbuat baik. Setidaknya, itulah yang dilakukan Abdul Aziz (32), pria asal Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten.

Dengan memanfaatkan jejaring sosial, Abdul Aziz menghimpun penghuni dunia maya untuk bersedekah.

Abdul Aziz bersama seorang sahabat, kemudian berinisiatif membuat akun Facebook dan Twitter Sedekah Harian. Setahun berdiri akun ini, sudah Rp 90 juta lebih donasi yang tersalurkan hingga ke Papua.
 
Jika anda buka akun Twitternya di @SedekahHarian, terlihat follower akun ini sudah mencapai 5.801. Menurut si empunya akun, followernya ini diperoleh hanya dalam tempo setahun.

BACA :  Calon Bidan yang Ingin Mengabdi di Pedalaman

Sementara, ribuan pengikut lainnya tergabung dalam akun grup Facebook Sedekah Harian yang dibuat Abdul dan sahabatnya. Lewat akun ini, ternyata sudah ratusan donator yang bergabung untuk bersedekah.

Akun yang dibuat pada 12 Januari tahun lalu itu, mencantumkan nomor rekening, agar para donatur bisa dengan mudah mendonasikan sejumlah uang untuk disalurkan nantinya. Hanya perlu waktu 9 bulan, komunitas penghobi sedekah ini mampu mengumpulkan donasi sebesar 90 juta rupiah lebih.

Menurut Abdul Aziz, kesuksesan mengumpulkan donasi ini berasal dari pemikiran bersedekah seribu perhari untuk membantu kaum yang membutuhkan. “Setiap hari saja jumlah tersebut bersedekah hanya seribu rupiah, sudah terkumpul Rp 24 triliun perhari,” ujar pria yang mendirikan Sedekah Harian.

Hasil donasi inilah yang disebarkan Abdul bersama seorang sahabat ke kaum yang membutuhkan. “Kami menyebarnya hingga ke ujung timur Indonesia, Papua. Kemudian ke Sumatera Utara, Jember, dan kawasan Jabodetabek,” ujar pria yang juga berprofesi sebagai karyawan dan trainer ini.

BACA :  Dari Gerakan Sejuta Bola, Richard Jadi Duta Berlatih di Old Trafford MU

Untuk mencari para kaum dhuafa dan anak yatim, Sedekah Harian pun memiliki puluhan relawan yang tersebar di beberapa wilayah tersebut. Di tangan para relawan yang melakukan survey langsung inilah, kaum yang berhak menerima bantuan tersebut didapat.

Tidak hanya ratusan anak yatim di pesantren atau ratusan kaum dhuafa lain yang mendapat santunan dari komunitas ini, Abdul mengatakan, mereka pun mengajak kerjasama beberapa badan seperti Rumah Zakat dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk menyalurkan donasi yang sudah berhasil dikumpulkan oleh akun mereka.

“Kami pun turut menyalurkan donasi senilai Rp 3 juta untuk saudara muslim kita di Rohingya Myanmar,” ujarnya. Selain itu, program kesehatan, pendidikan atau beasiswa, dan pemberian modal bagi mereka yang membutuhkan, menjadi program tetap komunitas Sedekah Harian ini.

Mencoba terus melebarkan sayap, komunitas yang rencananya akan berbadan hukum ini pun membuka cabangnya di ibukota negara, Jakarta.  Tidak hanya itu, direncanakan untuk tahun ini, beberapa cabang lagi untuk daerah lain dan menyebar ke seluruh Indonesia.

BACA :  Jabat Sekwan DPRD Lebak; Lina Budiarti All Out Dukung Tugas Para Wakil Rakyat

“Untuk pusatnya ya di rumah saya di Dasana Indah Blok UB 7 No.6, Bojong Nangka, Kelapa Dua Kabupaten Tangerang. Rumah ini pun sekarang menjadi Rumah Belajar bagi masyarakat sekitar,” aku Abdul. Rumah pribadi ayah dari dua anak ini rencananya akan dijadikan pusat Sedekah Harian dengan berbagai kegiatannya.

Seperti pemberian pembekalan lifeskill, pendidikan agama, dan membuka lebar pemberian modal usaha dan beasiswa bagi warga sekitar Rumah Belajar tersebut. “Dananya pun berasal dari donasi, kami tidak pernah menggunakan dana untuk keperluan pribadi para relawannya. Laporannya pun selalu terbuka dilaporkan tiap bulannya ke para donator,” jelas Abdul.

Dengan demikian, jejaring sosial tak hanya jadi ajang menunjukan eksistensi saja, namun juga ajang untuk menggalang orang berbagi kebaikan dengan sedekah harian.

Jalan yang ditempuh Abdul membuktikan, kebaikan bisa dilakukan oleh siapa saja, kapan saja dan di mana saja. (Rie).



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler