Connect with us

GAYA HIDUP

Pajero Lovers Society, Paguyubannya Pecinta Pajero di Jabodetabek

Published

on

Tangerang, Banten Hits.com – Mencari komunitas mobil sport, kental dengan kekeluargaan dan edukasi? Pajero Lovers Society atau Paguyuban Pecinta Pajero jawabannya. Paguyuban ini tidak hanya sekadar ‘ukur jalan’ memacu tunggangan para anggotanya, melainkan mengajak serta anggota keluarga untuk ikut touring dan belajar bersama.

Tangerang, Banten Hits.com – Mencari komunitas mobil sport, kental dengan kekeluargaan dan edukasi? Pajero Lovers Society atau Paguyuban Pecinta Pajero jawabannya. Paguyuban ini tidak hanya sekadar ‘ukur jalan’ memacu tunggangan para anggotanya, melainkan mengajak serta anggota keluarga untuk ikut touring dan belajar bersama.

Inilah yang menjadi pembeda antara Paguyuban Pecinta Pajero dengan komunitas mobil sport dan offroad lainya. Di tiap kesempatan touring, para anggota yang berjumlah lebih dari 60 orang itu diwajibkan membawa serta keluarganya.
 
“Ya itu yang menjadi perbedaan kita. Satu mobil harus ajak sekeluarga. Nantinya, saat touring atau melakukan suatu kunjungan, bukan melulu harus melampiaskan hobi pribadi, tapi juga memberikan edukasi pada keluarga yang ikutan,” jelas Fadjar, salah seorang anggota yang juga berprofesi sebagai dokter spesialis jantung di RS Mayapada, Kota Tangerang.
 
Lebih lanjut Fadjar menjelaskan, paguyuban yang berdirii sejak akhir 2012 lalu itu, memberikan berbagai kegiatan menarik untuk keluarga yang ikut serta. Bahkan, ujar Fadjar, cara para anggota kopi darat atau bertemu dibarengi dengan touring atau berwisata kesuatu tempat.
 
Doni Al Fazri salah seorang anggota lainnya mengatakan, perjalanan touring dalam satu bulan bisa dua hingga empat kali dilakukan komunitas ini. “Kalau saya pribadi malah setiap minggu, teman-teman lain minimal dua minggu sekali pasti lakukan kopi darat sembari arisan, dan lakukan perjalanan,” tuturnya.
 
Untuk mengemas perjalanan touring tersebut, anggota Paguyuban Pecinta Pajero bekerja secara gotong royong. Sebab, jangan tanyakan adanya ketua, sekretaris, bendahara, atau struktur organisasi selayaknya komunitas lain, paguyuban ini tidak membentuknya.
 
“Semua sama. Misalnya gini, saya ahli dalam mengkoordinir acara, berarti tanggung jawab acara sama saya, kemudian om (panggilan akrab seluruh anggota pria) Charles jago IT, dia yang tanggung jawab masalah teknologi, begitu seterusnya,” tutur Doni.
 
Semua event yang terselenggara pun seluruh anggotanya akan sama-sama berperan dan menyukseskan setiap touring yang dilakukan. Keberlangsungan sistem seperti ini, ujar Doni, sudah dilakukan Paguyuban Pecinta Pajero sejak awal adanya touring.
 
Bahkan, setiap aksi perjalanan jauhnya, Doni mengungkapkan, paguyubannya sering berkumpul juga komunitas pecinta Pajero lain yang ada di kawasan Jabodetabek, Bandung, Purwarta hingga kedaerah pantura. “Terakhir touring, sedikitnya ada lima komunitas Pajero yang ikut gabung sama kita,” ucapnya. (Rie/Riani)

BACA :  Forum Kompos, Merubah Sampah Jadi Rupiah



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler