Connect with us

PERSONA

Jago Gocek Bola yang Sukses Jadi Pengusaha

Published

on

Di kaki Lionell Messi, sepakbola tak sekadar sebuah olahraga. Tapi berubah menjadi sebuah pertunjukan atraktif yang sarat seni. Tak salah jika Messi dijadikan pemain terbaik dunia. Melalui Messi, olahraga sukses mengalirkan keindahan.

Olahraga memang tak melulu harus mengedepankan kemampuan fisik prima. Butuh ditunjang semangat juang tinggi, sportifitas, juga soliditas di antara sesama pemain.

Lain Messi, lain pula Jalal Jalil (50) mantan pesepakbola nasional yang tergabung dalam Persita Tangerang di era 80 hingga 90-an. Sepakbola telah membawa Jalal Jalil ke “dunia” lain.

Pria yang jago menggocek “si kulit bundar” kalau di lapangan, kini telah menjadi pengusaha rumah makan yang sukses. Tujuh rumah makan “Soto Kudus” telah sukses dikelolanya.

Kesuksesan Jalal Jalil ini, diakuinya berhasil dilalui secara tidak sengaja. Berawal dari inisiatifnya untuk membuat tempat tongkrongan temu kangen sesame orang Kudus, Jalal membuat sebuah rumah makan asli daerah Jawa Tengah itu.

BACA :  Narja; Perajin Biola dari Baduy yang Karyanya Tembus Australia

 “Iya ketidaksengajaan. Selain ingin membuat tempat kumpul sesame wong Kudus, saya juga ingin membuat tempat nongkrongnya para pemain bola,” ujar pria dengan logat medoknya.

Akhirnya, ketidak sengajaan itulah mengantarkan Jalal Jalil menuju sukses di dunia usaha kuliner. Namun, bukan berarti ketidaksengajaan ini tidak didasarkan pemikiran dan kepiawaian Jalal melihat peluang.

Lewat masakan yang dimasak khusus oleh saudara dan mendatangkan langsung bahan baku dari daerah kelahirannya itu, “gocekan” Jalal Jalil telah menjadi pelopor soto kudus pertama di daerah Tangerang.

Jalal memutuskan untuk menyeriusi usaha Rumah Makan Soto Kudusnya. Terlebih di tahun 2000, Jalal sudah menggantung sepatunya sebagai pesepak bola. “Sebenarnya sudah dari 1992 tidak turun lapangan lagi, akibat cedera lutut. Namun baru tahun 2000 terpikir membuat rumah makan ini,” ujarnya.

BACA :  Dunia Yans Wiradinata; Maha Karya, Petaka dan Rumah Sewa

Satu hingga dua tahun pertama, Jalal menderita kerugian atau defisit. Namun di tahun ketiga setelah evaluasi, Jalal berinisiatif untuk fokus meningkatkan mutu, pelayanan, dan marketing.

Koki yang menghidangkan masakan khas daerah Kudus pun tetap dipegang saudaranya yang memang asli Kudus. Juga bahan baku, Jalal tetap melakukan pengiriman dari Kudus.

“Saya fokus pada tiga hal itu, bagaimana pun juga menghadirkan sesuatu yang spesial untuk konsumen,” ujarnya.

13 tahun perjalanannya, Jalal pun meraih sukses. Selain restoran pertamanya di kawasan Babakan, Kota Tangerang, ada pula dua restoran lain di Jalan Veteran dan Jalan Kyai Hasyim Ashari,  Cipondoh.

Selain di Kota Tangerang, Jalal pun membuka beberapa Rumah Makan Soto Kudus dan Garang Asemnya di beberapa kota. Antara lain di Jakarta dua buah resto, Semarang, dan terakhir di kota asalnya Kudus.

BACA :  Mengenal Dandim 0603 Lebak Letkol Inf Nur Wahyudi; Pernah Pimpin Pasukan Elite hingga Bergabung di Satgas Unifil Lebanon

“semua saya yang mengoperasikan, tentunya dengan dibantu orang-orang kepercayaan dalam mengelola sehari-hari,” ujarnya.

Ya itulah kunci kesuksesan Jalal, dia mengaku dengan memperkerjakan orang-orang yang dipercayainya mampu membantunya sukses seperti sekarang. “Tentunya dengan pelatihan yang dilakukan,” tuturnya.

Jika kesuksesan adalah pencapaian kesempurnaan. Maka, dari sepakbola, kini kehidupan Jalal Jalil sudah bermetamorfosis menuju sempurna. (Rus).



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler