Connect with us

METROPOLITAN

Akhir Hidup Amelia Gadis Putus Sekolah

Published

on

Tangerang, Banten Hits.com – Hidup adalah perjuangan tanpa henti-henti. Usah kau menangisi hari kemarin.

Reff. tembang lagu hits band ternama Dewa 19 itu, seharusnya bisa menjadi inspirasi dan semangat bagi kawula muda untuk terus meniti hidup yang lebih berarti dan bermanfaat untuk orang banyak.

Namun ternyata tidak semua orang mau berjuang untuk terus bertahan hidup. Beratnya persoalan, seringkali membuat orang gelap mata dan mengambil jalan pintas.

Mungkin ini juga yang dialami Amelia Sri Wahyuni, warga RT 01/08, Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten. 

Tangerang, Banten Hits.com – Hidup adalah perjuangan tanpa henti-henti. Usah kau menangisi hari kemarin.

Reff. tembang lagu hits band ternama Dewa 19 itu, seharusnya bisa menjadi inspirasi dan semangat bagi kawula muda untuk terus meniti hidup yang lebih berarti dan bermanfaat untuk orang banyak.

BACA :  Jokowi Tinjau Penanganan Korban Tsunami di Labuan

Namun ternyata tidak semua orang mau berjuang untuk terus bertahan hidup. Beratnya persoalan, seringkali membuat orang gelap mata dan mengambil jalan pintas.

Mungkin ini juga yang dialami Amelia Sri Wahyuni, warga RT 01/08, Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten. 

Gadis yang baru menginjak usia 15 tahun itu, memilih jalan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara tidak lazim pada Rabu malam (06/03). Tepatnya sekitar pukul 23.00 wib.

Remaja putus sekolah itu, tewas setelah diduga melompat dari lantai 3 Bintaro Trade Canter (BTC), Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.

Korban tewas setelah terjerembab ke lantai bawah dengan kondisi sangat mengenaskan dan tubuhnya sempat tertabrak sebuah mobil yang akan keluar dari area parkir gedung. Insiden itu spontan membuat pihak keamanan dan pengunjung pusat perbelanjaan kalang kabut.

BACA :  Pria di Rempoa Tangsel Ditemukan Membusuk

Salah seorang saksi mata di lokasi kejadian yang juga petugas keamanan BTC, Muhammad (48), mengatakan dirinya sempat melihat korban tengah berdiri di pinggir pagar di area parkir lantai 3 mal BTC.

Gadis remaja itu, kata Muhammad juga sempat menyapa dan meminta maaf kepada petugas keamanan parkir yang saat itu tengah berjaga. “Saat itu korban keliatan murung. Ia juga sempat minta maaf dan terus lompat dari lantai 3,” ujarnya kepada wartawan. 

Petugas kepolisian Pondok Aren yang menerima laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Selanjutnya jenazah Amelia dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Tangerang untuk diotopsi.

Dahirin (45), paman korban, mengaku sangat terpukul atas insiden yang menimpa keponakannya itu. Ia kaget setelah mendapat kabar dari polisi yang mengatakan korban tewas karena melompat dari lantai 3 mal BTC.

BACA :  Gawat Banyak Industri di Kab. Tangerang Disebut Cemari Lingkungan; Salah Satunya Perusahaan Raksasa

Selama ini, Dahirin mengenal Amelia, keponakannya sebagai sosok yang pendiam. Amel juga diketahui sudah tiga hari tidak pulang ke rumah.

“Amel itu keponakan saya. Ia orangnya pendiam. Dan kalau ada masalah tertutup, tidak mau cerita ke siapa-siapa,” ujar Dahirin.

Pihak kepolisian Pondok Aren yang menangani kasus ini masih melakukan penyelidikan intensif, dengan meminta keterangan sejumlah saksi dan keluarga korban.

“Sejauh ini, korban diduga bunuh diri. Namun masih kita selidiki kemungkinan-kemungkinan lainnya, termasuk tentang motifnya” ungkap Kompol Hafiz, saat dihubungi bantenhits.com, Kamis (07/03). (Taufik Saleh)

 



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler