Connect with us

PERSONA

Achi dan Rejeki yang Mengalir dari FTV

Published

on

Industri film televisi,  bagi Astri Rakhmawati, perempuan yang lebih populer dengan panggilan Achi TM ini, seperti mata air yang tak pernah berhenti mengalir.

Dari hari ke hari, mata air itu kian deras mengalir mengisi pundi-pundi Achi. Achi yang tak ingin menikmati rejeki itu sendiri, mulai mengajak teman, dan mereka yang punya hobi sama dengan Achi untuk menikmati limpasan mata air tersebut.

Achi adalah penulis skenario Film Televisi (FTV). Perempuan pemilik Rumah Pena Kota Tangerang ini, telah berhasil menemukan mata air kehidupan dari hobi menulis yang digelutinya.

Hobi menulis Achi telah lahir sebelum industri FTV berjaya di teleivisi-televisi seperti sekarang ini. Naluri Achi yang jeli inilah yang kemudian menggerakkan arah mata penanya untuk membidik FTV sebagai sasaran.

BACA :  Yang Tak Pernah Berhenti Meski Fisik "Membatasi"

Lalu, lahirlah puluhan skenario FTV dari tangan Achi. Seturut dengan itu rejeki Achi pun turut mengiringi.

“Penulis skenario itu lebih sedikit dibandingkan penulis novel. Padahal, peluang (menulis skenario) yang terbuka sangat besar,” ujar Achi saat ditemui Banten Hits.com belum lama ini.

Dari penulisan satu skenario FTV ini, Achi dan para penulis skenario di Rumah Pena Kota Tangerang, bisa mendapatkan honor yang lumayan besar. Rp 3 juta untuk satu naskah skenario FTV.

Tren FTV ini, kini sudah mengalahkan jam tayang sinteron. Ratusan episode di FTV adalah peluang bagi para penulis di Rumah Pena ini. Episode FTV yang sambung menyambung ini, ibarat aliran air yang tak pernah berhenti mengalir dari sumber mata air bernama industri FTV.

BACA :  Terpilih Jadi Wakil Walikota, Sanuji Pentamarta Bakal 'Mati-matian' Bangun Kota Cilegon

Achi menjelaskan, penulis skenario itu masih jarang jumlahnya jika dibandingkan dengan novelis.

Menurut wanita yang sudah menulis puluhan skenario FTV ini, sebenarnya banyak yang mengajukan cerita untuk FTV. Namun, yang mampu bertahan dengan sistem deadline FTV sangat sedikit.

“Bayangkan saja, penulis scenario FTV dituntut untuk menyelesaikan script cerita sebanyak 80 halaman dalam waktu dua hingga empat hari. 80 halaman tersebut, adalah alur cerita berdurasi 1,5 jam,” ujar Achi.

Kondisi inilah yang membuat hanya penulis-penulis skenario yang bisa mengikuti deadline yang bisa bertahan sampai sekarang.

“Waktu deadline yang ketat dan mengikat banyak yang membuat penulis nyerah. Padahal, saat ini peluang sangat terbuka lebar,” ungkapnya.

Ditambahkan Achi, tren FTV yang bertebaran di berbagai stasiun tivi swasta membutuhkan lebih banyak penulis skenario. Padahal, untuk satu skenario honor atau bayaran yang dibayarkan Production House (PH) sangat besar.

BACA :  Fina, Duta Pertukaran Remaja antar Negara

Melalui Rumah Pena, wanita yang menyusun skenario FTV Cinta Terlarang untuk duo “The Virgin” itu, membuka kursus penulisan skenario di rumah kontrakannya.

Melalui kursus yang dibuatnya, Achi mengaku tidak segan memberikan job penulisan skenario FTV untuk peserta kursusnya. Dengan begitu, lanjut Achi, akan semakin bertambah penulis-penulis skenario  di Indonesia.

Selain menulis skenario FTV, pada tahun lalu Achi bersama partnernya, Widuri, berhasil menulis sebuah buku yang bertemakan memecahkan kegalauan atau masalah remaja.

Menulis bagi Achi kini bukan sekadar hobi. Tetapi telah menjadi mata air kehidupan… Mengalirlah terus….(Rie/Rus)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler