Connect with us

METROPOLITAN

Kerusuhan Lapas Reda Setelah Terpidana Bersujud di Kaki Pengunjuk Rasa

Published

on

Tangerang, Banten Hits.com– Kerusuhan di LP Kelas 1 A Tangerang, juga aksi unjuk rasa yang digelar di depan gerbang LP tersebut, mereda setelah lima terpidana kasus kerusuhan di RSPAD Jakarta meminta maaf dan bersujud di kaki perwakilan pengunjuk rasa yang berhasil masuk ke dalam LP Kelas 1 A Tangerang.

“Hari ini, mudah-mudahan menjadi hari bersejarah bagi kita kaum muslimin yang bercita-cita ingin menegakan tauhid dan syariat Islam di negeri ini,” kata Fahri, Juru Bicara FAKSI sesaat setelah keluar dari LP Kelas 1 A Tangerang.

Tangerang, Banten Hits.com– Kerusuhan di LP Kelas 1 A Tangerang, juga aksi unjuk rasa yang digelar di depan gerbang LP tersebut, mereda setelah lima terpidana kasus kerusuhan di RSPAD Jakarta meminta maaf dan bersujud di kaki perwakilan pengunjuk rasa yang berhasil masuk ke dalam LP Kelas 1 A Tangerang.

BACA :  Satgas Covid-19 Lebak Gencar Lakukan Skrining, 81 warga Cibeber Jalani Swab Tes

“Hari ini, mudah-mudahan menjadi hari bersejarah bagi kita kaum muslimin yang bercita-cita ingin menegakan tauhid dan syariat Islam di negeri ini,” kata Fahri, Juru Bicara FAKSI sesaat setelah keluar dari LP Kelas 1 A Tangerang.

Ungkapan Fahri yang saat aksi mengenakan baju lengan panjang cokelat dan rompi warna hijau militer ini, langsung disambut teriakan “ Allahuakbar” dari massa pengunjuk rasa.

Alhamdulillah pada hari ini, disaksikan oleh kalapas, Alhamdulillah berhasil masuk ke LP Tangerang untuk melaksanakan kewajiban kita kepada saudara muslim yang ada di sini. Apa kewajiban itu saudara-saudara?” teriak Fahri.

Pengunjuk rasa langsung menjawab pertanyaan Fahri dengan teriakan, “qishash!”

BACA :  Hasto: Kalau Rano Batuk Jokowi Sudah Paham Maksudnya

Alhamdulillah, setelah kita bernegosiasi dengan sangat alot, kita minta untuk dihadirkan orang-orang yang telah mencurahkan darah saudara kita sesama muslim. Karena ada sesuatu dan lain hal, kita tak bisa menghadirkan langsung. Namun nanti ada video  yang menayangkan orang-orang kafir a**** yang telah mencurahkan darah kaum muslimin, sudah meminta maaf  dan tertunduk sampai sujud di bawah kaki kita,” terang Fahri.

Pernyataan Fahri tersebut langsung disambut teriakan “Allahuakbar” kembali oleh pengunjuk rasa.

Massa pengunjuk rasa pun kemudian membubarkan diri dengan berkonvoi menggunakan sepeda motor.

Aksi unjuk rasa dan kerusuhan yang terjadi di LP Kelas 1 A Tangerang itu, berawal dari peristiwa di LP Salemba Jakarta. DI LP Salemba tersebut menurut pengunjuk rasa, rekan mereka terpidana kasus terorisme dianiaya oleh terpidana kasus kerusuhan di RSPAD Gatot Subroto Jakarta yang saat ini berada di LP Kelas 1 A Tangerang. (Rus)

BACA :  Duel Maut Penjaga Toko Lawan 5 Perampok



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler