Connect with us

METROPOLITAN

150 Buruh Tangerang Gelar Aksi di Kemendagri dan MA

Published

on

Tangerang, Banten Hits.Com – Kendati pemerintah telah menetapkan besaran Upah Minimum Kota dan Kabupaten (UMK) tahun 2013. Namun nasib para buruh tetap saja masih memprihatinkan.  Pasalnya baik UMK maupun Upah Minimum Sektoral Kota (UMSK) yang ditetapkan belum sepenuhnya dijalankan pihak perusahaan.

Menyikapi persoalan tersebut,  sekitar 150 buruh dari sejumlah perusahaan di Kota Tangerang, Banten menggelar aksi unjuk rasa ke Jakarta. Massa akan menggelar aksinya di kantor Kemendagri dan Mahkamah Agung.

Tangerang, Banten Hits.Com – Kendati pemerintah telah menetapkan besaran Upah Minimum Kota dan Kabupaten (UMK) tahun 2013. Namun nasib para buruh tetap saja masih memprihatinkan.  Pasalnya baik UMK maupun Upah Minimum Sektoral Kota (UMSK) yang ditetapkan belum sepenuhnya dijalankan pihak perusahaan.

BACA :  Front Aksi Rakyat Banten Kutuk Pembantaian Etnis Rohingnya di Myanmar

Menyikapi persoalan tersebut,  sekitar 150 buruh dari sejumlah perusahaan di Kota Tangerang, Banten menggelar aksi unjuk rasa ke Jakarta. Massa akan menggelar aksinya di kantor Kemendagri dan Mahkamah Agung.

“Kita akan berangkat dengan dua bus. Aksi ini untuk menuntut penangguhan UMK dan UMSK yang saat ini masih ditangguhkan sejumlah kalangan pengusaha,” ujar Gibas, kordinator aksi saat dihubungi Banten Hits.com, Rabu  (13/03/2013).

Menurut Gibas, seharusnya pihak perusahaan baik yang ada seperti di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten segera melaksanakan kewajibannya untuk membayar gaji karyawan sesuai UMK dan UMSK yang telah ditetapkan pemerintah propinsi, kota dan kabupaten masing-masing.

“Kalau para pengusaha tidak mau bayar gaji sesuai UMK dan UMSK yang ditetapkan, tetap saja nasib kita sama dengan tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Gibas.

BACA :  Resmikan Masjid Batalyon Mandala Yudha, Begini Pesan Kasad untuk Prajurit

Aksi yang bakal di gelar Kemendagri dan Mahkamah Agung itu, juga sebagai bentuk solidaritas kepada para buruh dari Jawa Timur yang UMSK-nya juga ditangguhkan pihak perusahaan.

Dari Jawa Timur, massa yang akan menggelar aksi diperkirakan sekitar berjumlah 200 orang. “Mereka datang dengan naik bus dan kereta api,” ujar Gibas lagi.(Soed)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler