Connect with us

METROPOLITAN

Pengelolaan Sampah Berantakan, Tangsel Optimis Adipura Didapatkan

Published

on

Tangerang, Banten Hits.com– Ada sejumlah faktor yang harus ditingkatkan kembali oleh Pemkot Tangerang Selatan, supaya kriteria penilaian Adipura bisa terpenuhi. Faktor yang harus ditingkatkan itu di antaranya, sarana prasarana kebersihan di pasar, dan partisipasi masyarakat.

Selebihnya, 12 penilaian Adipura lainnya, sudah dianggap maksimal oleh Pemkot Tangerang Selatan. Hal tersebut dikatakan Wakil Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie kepada wartawan, Jumat (15/03/2013).

Tangerang, Banten Hits.com– Ada sejumlah faktor yang harus ditingkatkan kembali oleh Pemkot Tangerang Selatan, supaya kriteria penilaian Adipura bisa terpenuhi. Faktor yang harus ditingkatkan itu di antaranya, sarana prasarana kebersihan di pasar, dan partisipasi masyarakat.

Selebihnya, 12 penilaian Adipura lainnya, sudah dianggap maksimal oleh Pemkot Tangerang Selatan. Hal tersebut dikatakan Wakil Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie kepada wartawan, Jumat (15/03/2013).

BACA :  KPU Kota Tangerang Nyatakan 14 Parpol Penuhi Syarat Administrasi

“Alhamdulilah, dari 12 titik pantau Adipura berjalan dengan baik. Kondisi kebersihan, keindahan sudah memenuhi standar penilaian. Tinggal meningkatkan partisipasi masyarakat untuk terus menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing, serta membangun budaya bersih di Tangsel,” kata Benyamin.

Sementara, Menteri Lingkungan Hidup Balthsar Kambuaya, Minggu (10/03/2013) lalu, menyatakan, penilaian Adipura untuk tahun ini akan diperketat. Selain soal sampah yang menjadi indikator penilaian, air, udara, dan faktor lingkungan lain akan dijadikan bahan penilaian Kementerian Lingkungan Hidup RI.

“Kriteria penilaiannya kita perketat. Indikatornya bertambah, tidak hanya masalah sampah saja, tapi juga air, udara, ruang terbuka hijau,” kata Balthsar pada wartawan.

Terkait dengan pengelolaan sampah, indikator utama yang jadi penilaian adalah bagiamana suatu daerah mengelola sampahnya (manajemen persampahan), dimana harus ada bank sampah, pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

BACA :  Resmi Dilaunching, Aset Bermasalah Milik Pemerintah Bakal Diinventarisir SiKabayan

” Pembuangan sampah dengan menggunakan sistim opendumping sudah tidak perbolehkan dan ini juga yang harus diperbaiki setiap daerah,” tegasnya.

Sementara, DPRD Kota Tangerang Selatan saat melakukan peninjauan di TPST Cipeucang pada Kamis (21/02/2013) siang lalu menyatakan, pengelolaan sampah di TPST Cipeucang yang dilakukan Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman Kota Tangerang Selatan, Banten, dinilai menyalahi konsep awal perencanaan yang telah ditetapkan.

Secara umum berdasarkan peninjauan tersebut, DPRD Kota Tangerang Selatan menyatakan,  pengelolaan TPST di wilayah yang dipimpin oleh Airin Rahmi Diany tersebut dinilai masih berantakan.(Riani)



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler