Connect with us

METROPOLITAN

Mangrovement, Gerakan Sadar Ekosistem Mangrove

Published

on

Tangerang, Banten Hits.com – Kondisi pantai utara Kabupaten Tangerang, Banten kian memprihatinkan. Seperti yang terjadi di pantai Tanjung Pasir, Kecamatan Teluk Naga, tingkat abrasi atau pengikisan sudah terjadi hampir sepanjang 51 kilometer.

Penyebabnya karena rusaknya hutan bakau dan belum maksimalnya tanggul penahan gelombang air laut yang ada di kawasan itu.

Nah, pada Sabtu tadi (16/03/2013), sekelompok anak muda yang tergabung dalam Green Smile melakukan penanaman mangrove 10.000 pohon di kawasan Tanjung Pasir Kecamatan Teluk Naga Tangerang Banten.

Tangerang, Banten Hits.com – Kondisi pantai utara Kabupaten Tangerang, Banten kian memprihatinkan. Seperti yang terjadi di pantai Tanjung Pasir, Kecamatan Teluk Naga, tingkat abrasi atau pengikisan sudah terjadi hampir sepanjang 51 kilometer.

BACA :  Tak Mendapatkan Pelayanan Kesehatan Optimal, Bayi di Pandeglang yang Lahir dengan Usus di Luar Perut Meninggal Dunia

Penyebabnya karena rusaknya hutan bakau dan belum maksimalnya tanggul penahan gelombang air laut yang ada di kawasan itu.

Nah, pada Sabtu tadi (16/03/2013), sekelompok anak muda yang tergabung dalam Green Smile melakukan penanaman mangrove 10.000 pohon di kawasan Tanjung Pasir Kecamatan Teluk Naga Tangerang Banten.

Nama kegiatannya sendiri Mangrovement.

Penanaman mangrove yang merupakan rangkaian earth hour itu diikuti oleh sekitar 200 pemuda. Mereka terdiri dari kelompok pemuda yang berasal dari sejumlah penggiat lingkungan, seperti dari komunitas hijau Jakarta dan Tangerang.

Tak hanya itu, kegiatan tersebut juga dihadiri putri lingkungan hidup 2013, Marisa Sarika Maladewi dan para finalis Koko dan Cici Jakarta.

BACA :  Ayah di Lebak Tega Cabuli Anak Kandungnya, Polisi : Hamil 5 Bulan

Menurut Dadang Irawan, panita pelaksana kegiatan, Desa Tanjung Pasir dipilih sebagai lokasi penanaman mangrove, karena lokasi tersebut sebelumnya merupakan hutan mangrove. Namun, karena kini kondisinya mengalami kerusakan yang parah, maka harus ditanami kembali.

“Sebelumnya lokasi ini merupakan hutan bakau. Karena waktu itu masyarakat desa menebangi hutan dan menjadikan pemukiman serta tambak sebagai mata pencaharian, kawasan ini akhirnya rusak,” ungkapnya.

Dadang berharap, aksi penanaman mangrove yang dilakukan diharapkan bisa menumbuhkan dan menularkan semangat kepada anak-anak muda lainya yang peduli terhadap kondisi lingkungan. (Dra)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler