Connect with us

PUISI

Sadarku

Published

on

 

 

 

 

Kubersimpuh dalam kegelapan
Ditengah kebingungan, tak ada cahaya
Lampu-lampu itupun mati tak lagi dapat menyinari
Jiwa-jiwa yang kering… hati yang mati…tak lagi berdenyut

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kubersimpuh dalam kegelapan
Ditengah kebingungan, tak ada cahaya
Lampu-lampu itupun mati tak lagi dapat menyinari
Jiwa-jiwa yang kering… hati yang mati…tak lagi berdenyut

Dalam kegelapan kumencari Tuhanku
Yang hilang dalam larut duniaku
Entahlah, rasanya pekat dalam gelap, dalam gulita… dalam kesepian
Kegelisahan… dan dalam lamunan yang panjang
Ditengah hiasan duniawi

Kubersimpuh dalam derai air mata kehinaan
Kesombongan… keangkuhan… kemunafikan
Dan dalam sadar… ternyata kekuasaan semakin menjauhkan aku dari Tuhanku
Kekayaan semakin menjauhkan aku
Dari kasih sayangmu Tuhanku

Kini kusadar sesadar-sadarnya… kan kugenggam harapan
Biarkan dahaga itu.. lapar itu menghiasi hari-hariku
Biarkan jantungku…perutku… paru-paruku
Terpanggang dalam panas duniawi
Dalam lapar… dalam kehausan
Biar kumati dan musnah dalam keyakinan agamaku.
Didalam iman…. dalam sujud
Dalam cinta untukmu Mu sang maha agung

Ampunilah hambamu yang dhoif
Yang lalai… yang lemah… yang melupakan ajaranmu
Yang menghardik anak yatim…
Yang zolim.. dengan sejuta dosa yang melekat dalam diri.

Wahidin Halim

Tentang Penulis.
Penulis adalah seorang birokrat, selama dua periode terakhir, penulis menjabat sebagai Walikota Tangerang.

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − 5 =

Trending