Connect with us

METROPOLITAN

Pengakuan Dua PSK di Kota Tangerang Selatan

Published

on

Tangerang, Banten Hits.com– Dua dari sepuluh wanita pekerja seks komersil (PSK), yang terjaring dalam razia gabungan Satpol PP Kota Tangerang Selatan dan Polsek Ciputat, Minggu (17/03/2013) jam 01.00 WIB, membuat pengakuan tentang alasan yang membuat mereka nekat jadi PSK.

Dua PSK tersebut, masing-masing Yl (15) dan Ir (18). Keduanya mengaku nekat memilih jadi PSK di kota yang memiliki motto: cerdas, modern,dan religius ini, karena terdesak oleh

kebutuhan hidup.

Yl, mengaku terpaksa harus menggeluti kehidupan sebagai pemuas nafsu lelaki hidung belang, karena terdesak tanggungjawab sebagai kepala keluarga.

“Saya kerja begini, lantaran tidak ada pilihan lagi. Kebutuhan terus mendesak, sementara saya tulang punggung keluarga,” ucapnya.

BACA :  Direktorat Samapta Polda Banten Bekuk Dua Remaja Pencuri di Lokasi Tsunami

Sementara, Ir, juga membuat pengakuan senada seperti Yl. Lagi-lagi faktor ekonomi dijadikan alasan sehingga mereka nekat melacur di kota yang dipimpin oleh Airin Rahmi Diani ini.

“Kalau disuruh milih saya tidak mau kerja seperti ini. Karena tidak ada pilihan terpaksa saya lakoni juga, Mas,” kata Ir.

Dalam operasi gabungan tersebut, terjaring sedikitnya sepuluh PSK dan enam lelaki hidung belang.

Saat hendak ditangkap para PSK ini sempat ingin melarikan diri, sehingga menyulitkan petugas yang hendak mengamankan mereka.

Sementara, para lelaki hidung belang ditangkap, ketika tengah minum-minum di lokasi tersebut. Setelah ditangkap, mereka digelandang ke Kantor Satpol PP untuk dilakukan pendataan.

Kasi Perlindungan Masyarakat Satpol PP Tangsel Khotib mengatakan, PSK yang terjaring beberapa di antaranya merupakan muka-muka lama. Setelah didata mereka dikirim ke Panti Sosial Pondok Bambu untuk dibina selama enam bulan.

BACA :  1.000 Tanda Tangan Anti Narkoba di Teluknaga

“Dari sepuluh yang tertangkap delapan dikirim ke Pondok Bambu, dua lainnya masih dilakukan pendataan,” katanya.

Sedang lelaki hidung belang yang tertangkap hanya didata, setelah mereka berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. “Setelah didata mereka kita lepaskan lagi,” ungkapnya.

Khotib menjelaskan, tujuan penertiban ini merupakan instruksi walikota yang menginginkan Tangerang Selatan bersih dari tempat maksiat. Selain itu, operasi penyakit masyarakat yang dilaksanakan ini, bertujuan untuk menciptakan keamanan dan ketertiban umum.

Menurutnya, selama beberapa bulan terakhir, praktek prostitusi dinilai sudah meresahkan masyarakat. “Banyak laporan masyarakat yang sudah resah dengan aktivitas tersebut. Makanya kita adakan penertiban,” ungkapnya.

Khotib mengaku, pihaknya akan melakukan penertiban serupa di beberapa wilayah yang diindikasikan sering dijadikan tempat mesum.

BACA :  Korupsi Shelter Tsunami Labuan, Direktur PT Tidar Sejahtera Dihukum 1,3 Tahun Penjara

Mengenai Tegal Rotan, tempat yang sejak dulu dijadikan lokalisasi prostitusi ini, Khotib mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan terlebih dahulu. “Bila dugaan itu benar kita tidak segan-segan untuk menutupnya,” katanya. (Rus)



Terpopuler