Connect with us

METROPOLITAN

MUI Desak Segera Berlakukan Perda Diniyah

Published

on

Tangerang, Banten Hits.com – MUI Kota Tangerang kembali membuat kejutan. Kali ini, MUI mendesak segera disahkannya Peraturan daerah (Perda) yang mengatur tentang Diniyah.

Perda itu nantinya untuk mengatur keharusan setiap siswa  mampu baca tulis Al Quran. Pasalnya, dari data kajian yang dilakukan MUI menunjukan dari 200 ribu siswa sekolah dasar yang ada di Kota Tangerang ini, ternyata hanya 8,7 persen yang diketahui mampu membaca dan menulis Al Quran.

Tangerang, Banten Hits.com – MUI Kota Tangerang kembali membuat kejutan. Kali ini, MUI mendesak segera disahkannya Peraturan daerah (Perda) yang mengatur tentang Diniyah.

Perda itu nantinya untuk mengatur keharusan setiap siswa  mampu baca tulis Al Quran. Pasalnya, dari data kajian yang dilakukan MUI menunjukan dari 200 ribu siswa sekolah dasar yang ada di Kota Tangerang ini, ternyata hanya 8,7 persen yang diketahui mampu membaca dan menulis Al Quran.

BACA :  Pasien Ditandu Terus Berulang, Komisi IV DPRD Pandeglang Minta Pemkab Cari Solusi

“Ini penelitian dari 2005 yang kami lakukan, dari 200 ribu lebih lulusan SD, hanya kurang dari 20 ribunya atau sekitar 8,7 persen yang bisa baca tulis Al Quran. Ini sangat miris,” ucap KH. Edi Junaedi, Ketua MUI Kota Tangerang.

Hal inilah yang membuat MUI mengeluarkan desakan kepada pemerintah dan instansi terkait.

Pada awal tahun ini, kata KH Junaedi, MUI Kota Tangerang sudah mengumpulkan dan mengajak diskusi anggota DPRD, Dinas Pendidikan, dan para perwakilan guru, untuk mengetahui betapa pentingnya mampu membaca tulis Al Quran.

“Kami meminta agar di Kota Tangerang ada Perda Diniyah, yang mengatur setiap lulusan SD wajib bisa membaca dan menulis Al Quran. Perda ini harus segera diberlakukan pada tahun ini,” ujarnya.

BACA :  25 Pegawainya Positif Covid-19, Kantor Setda Lebak Tutup 5 Hari

Menurut KH Edi, hanya Kota Tangerang yang tidak memiliki Perda Diniyah. “Kota Tangsel sudah hampir gol, masa Kota Tangerang tertinggal?!” pungkasnya.

Untuk menggugah SKPD dan guru terkait pentingnya Perda Diniyah diberlakukan, MUI Kota Tangerang berencana akan mengajak studi banding ke Lebak dan Pandeglang. Sebagai contoh, di Lebak ada asisten daerah yang khusus mengatur mengenai madrasah dan diniyah.

Diharapkan, dengan adanya studi banding di daerah Banten, pemerintah daerah (pemda), maupun anggota DPRD mampu tergugah dengan segera mengesahkan Perda inisiatif tersebut.

Desakan pengesahan Perda Diniyah itu juga diamini Mas Iman Kusnadar, Rektor UNIS Tangerang.  Namun, Mas Iman meminta jika perda itu nantinya dimasukan ke dalam kurikukul sekolah, harus terlubih dulu dilakukan kajian yang mendalam.

“Saya setuju, namun jika memang diintegrasikan atau dimasukan dalam kurikulum, namun harus ada pengkajian lebih mendalam. Agar setelah perda tersebut diberlakukan, anak tidak terbebani,” ungkapnya.

BACA :  Sembilan Pasangan Mesum Terjaring Operasi Pekat di Serang

Menurut Mas Iman, jika memang tidak diintegrasikan pada kurikulum, pembelajaran baca tulis Al Quran untuk siswa muslim, nantinya bisa diintegrasikan pada ekstrakurikuler dan intrakurikuler sekolah. Namun tetap, tujuan dasarnya adalah, lulusan sekolah dasar, harus bisa dan menguasai baca dan tulis Al Quran.

“Jika dilihat dari konteks agama, kita memang wajib untuk bisa dan menguasai Al Quran, lulusan SD juga harus bisa menguasai hal tersebut. Setidaknya bisa dan mampu,” tutur Iman.  

Lebih lanjut Mas Iman menjelaskan, jalannya perda harus dibarengi dengan adanya peningkatan kualitas guru dan fasilitas dimasing-masing sekolah. Dalam hal ini,  pemkotlah yang harus bertanggung jawab untuk memfasilitasinya. “Ada pembinaan gurunya juga, terutama guru mengajinya,” tegasnya. (Rie)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler