Connect with us

METROPOLITAN

Angkasa Pura II Siap Hadang Karyawan Batavia

Published

on

Tangerang, Banten Hits.com– Jumat (22/03/2013) besok adalah hari terakhir sidang penentuan nasib pailit PT Metro Batavia Air di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Sebelum berangkat ke Jakarta, para buruh Batavia Air direncanakan akan menutup M1 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

“Karyawan Batavia Air akan melakukan aksi blokir pintu M1 dengan cara merebahkan diri di jalan raya, Jumat, 22 Maret jam 06.30,” tulis kuasa hukum karyawan Batavia Air Odie Hudiyanto kepada Banten Hits.com melalui SMS.

Tangerang, Banten Hits.com– Jumat (22/03/2013) besok adalah hari terakhir sidang penentuan nasib pailit PT Metro Batavia Air di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Sebelum berangkat ke Jakarta, para buruh Batavia Air direncanakan akan menutup M1 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.

BACA :  Wakil Wali Kota Serang Kaget PKL di Stadion Ciceri Bayar Sewa Sampai Jutaan ke Oknum

“Karyawan Batavia Air akan melakukan aksi blokir pintu M1 dengan cara merebahkan diri di jalan raya, Jumat, 22 Maret jam 06.30,” tulis kuasa hukum karyawan Batavia Air Odie Hudiyanto kepada Banten Hits.com melalui SMS.

Menyikapi rencana aksi tersebut, pihak Angkasa Pura II mengaku siap pasang badan untuk mencegah terjadinya hal tersebut.

“Silahkan saja menggelar aksi, kami siap pasang badan,” ujar Bram Baroto Ciptadi Senior General Manager Bandara Soekarno-Hatta.

Pasang badan disini, jelas Bram, AP II juga akan meminta bantuan dari Polsek Neglasari, Polresta Bandara Soekarno Hatta, dan Polres Metro Tangerang Kota untuk mengamankan situasi.

Sebab, ujar Bram, pintu masuk terutama M1 Bandara Soekarno Hatta, tidak boleh dijadikan tempat untuk berunjuk rasa. Karena, M1 merupakan akses masuk bandara internasional, dan pasti ada pengamanan khusus.

BACA :  HMI Pandeglang Sebut Pernyataan Saut Situmorang Tendensius

Selain itu, Bram pun membantah atas tudingan dari karyawan Batavia Air yang menuduh AP II menahan aset penerbangan yang dikenal murah meriah itu. “Ngapain kita nahan, toh itu semua sudah diatur oleh kurator. Kami tidak berhak menahan, biarkan kurator melakukan pekerjaan mereka dengan baik,” tutur Bram.

Dari enam pesawat terbang milik Batavia Air yang terparkir di landasan Bandara Soekarno Hatta, baru tiga pesawat yang ditarik keluar. Sisanya masih terparkir, hal ini dinilai AP II, justru merugikan pihaknya. “Seharusnya kan sudah bisa disewa lagi oleh pihak maskapai lain,” pungkas Bram.

Sementara itu, Odie Hudiyanto, selaku pengacara karyawan PT Metro Batavia Air mengatakan lebih lanjut mengenai rencana ratusan karyawan Batavia Air yang akan melakukan aksi merebahkan diri di jalan M1.

BACA :  Tak Ada Kenaikan, UMK Kabupaten Lebak Tahun 2021 Masih Rp2,7 Juta

Aksi ini akan digelar sebelum mereka berkonvoi ke Jakarta Pusat.

“Ya, kami akan lakukan aksi merebahkan diri pukul 06.30 pagi, kemudian barulah berangkat ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat,” tutur Odie. Dia pun berharap, dalam sidang verifikasi terakhir ini, bisa menentukan nasib serta kabar baik dari 546 karyawan Batavia Air yang menjadi kliennya. (Rus)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler