Connect with us

GAYA HIDUP

Forum Kompos, Merubah Sampah Jadi Rupiah

Published

on

Persoalan sampah bagi kota-kota besar seperti Tangerang, adalah persoalan yang tidak bisa ditangani oleh pemerintah sendirian. Butuh kesadaran yang menyeluruh dari masyarakat untuk ikut menangani persoalan sampah di kota besar ini.

Adalah Forum Kompos Kota Tangerang, komunitas yang bergerak memberikan penyadaran kepada masyarakat mengenai cara mengolah sampah sejak dari rumah.

Persoalan sampah bagi kota-kota besar seperti Tangerang, adalah persoalan yang tidak bisa ditangani oleh pemerintah sendirian. Butuh kesadaran yang menyeluruh dari masyarakat untuk ikut menangani persoalan sampah di kota besar ini.

Adalah Forum Kompos Kota Tangerang, komunitas yang bergerak memberikan penyadaran kepada masyarakat mengenai cara mengolah sampah sejak dari rumah.

Bagi para kader di Forum Kompos, menjadi ‘tukang sampah’ di lingkungannya masing-masing adalah kebanggaan.

Orang boleh menggangap remeh pekerjaan mengolah sampah. Tapi di tangan Forum Kompos, sampah bisa berubah jadi rupiah. Dari sampah, para kader Forum Kompos juga mengaku mendapatkan banyak ilmu. Seperti apakah kegiatan para kader Forum Kompos Kota Tangerang ini?

BACA :  Shoping Menjadi Ajang Rekreasi

“Buanglah sampah maka aku akan mengejarnya,” begitulah para kader pemburu sampah di Forum Kompos ini berseloroh.

“Jika masuk pada lingkungan baru yang belum pernah dikunjungi sebelumnya, kemudian banyak sampah yang numpuk, justru itu jadi semangat kami untuk bekerja,” ungkap Asmiyati, Sekretaris Forum Kompos Kota Tangerang.

Sesuai dengan namanya, komunitas yang terdiri dari 77 ibu dan bapak ini, mewakili seluruh wilayah Kota Tangerang.

Mereka bergerak ke masyarakat langsung, untuk memberikan edukasi dan praktek tentang tata cara pengolahan sampah dengan baik. Misalnya, dari mulai memilah sampah basah dan kering, kemudian mengolahnya menjadi kompos.

Dari hasil pemilahan itu, sampah yang ada di lingkungan masyarakat—mulai dari gang rumah—tidak akan mengotori lingkungan dan terlihat berserakan. Dan pastinya, proses ini juga menghasilkan uang.

BACA :  Cara Jamaah Haji Lebak Meriahkan HUT RI di Tanah Suci, Ziarah ke Makam Syeikh Nawawi Al-Bantani Hingga Pakai Pita Merah Putih

“Tentu saja bisa (menghasilkan uang). Kami , juga ada kursus membuat olahan limbah menjadi barang kerajinan tangan seperti tas, dompet, hingga asbak,” ujanya.

Pada awalnya, berdirinya forum yang berada pada binaan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Tangerang ini, hanya terdiri dari 10 orang saja. Saat itu Forum Kompos hanya berdiri di kawasan Tanah Gtinggi, kemudian menyebar di 13 kecamatan lainnya.

Forum Kompos Kota Tangerang sendiri baru dilegalkan oleh DKP dan berada pada binaannya pada Agustus 2011 lalu.

“Kami juga punya mars, kami memiliki kegiatan rutin, dan kami punya kader lingkungan,” tambahnya.

Kader lingkungan ini, ujar Asmiyati, terbagi menjadi beberapa wilayah. Yakni untuk satu orang bertanggung jawab untuk 4 wilayah binaan. Dan dimasing-masing wilayah atau rukun arga (RW) tersebut, akan dibina bagaimana penataan sampah yang baik dan benar.

BACA :  Cieee.. Bupati Iti Punya Nama Alias di Radio

Kini, ada 77 orang anggota, yang terdiri dari bapak dan ibu masyarakat umum, anggota PKK dan kader lingkungan yang memang direkrut oleh Forum Kompos Kota Tangerang. Selain memberikan pengertian dan pemahaman mengenai pengolahan kompos dan sampah, Forum Kompos juga memberikan informasi mengenai penggunaan bank sampah.

“Terlebih sudah ada bank sampah, kami tinggal melakukan penyuluhan saja mengenai hal tersebut,” ujar Asmiyati. Sehingga, misi dan visinya tentang kota sehat bisa terjaga, mulai dari lingkungan di bawah, kemudian dilanjut ke kalangan atas.

Ya, lewat sampah mereka telah membuat suasana di lingkungan menjadi cerah. Mereka juga telah berhasil mendulang rupiah dari sampah…. (Rus)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler