Connect with us

METROPOLITAN

2,5 M Dana Pengentasan Pengangguran di Tangsel tak Dilaporkan

Published

on

Tangerang, Banten Hits.com- Dana 2,5 M yang digelontorkan untuk pengentasan kemiskinan di Kota Tangerang Selatan tak dilaporkan secara berkala oleh dinas terkait di kota yang dipimpin oleh Airin Rahmi Diany ini.

Dana yang diserap dalam bentuk program pelatihan kepada 550 orang, mestinya ada tolok ukurnya, agar dana ini tidak sia-sia.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga diminta, mendata secara akurat jumlah pengangguran di Tangsel, supaya sejumlah program kemasyarakatan yang bertujuan untuk mengurangi penganguran tersebut bisa dilakukan tepat sasaran.

Tangerang, Banten Hits.com- Dana 2,5 M yang digelontorkan untuk pengentasan kemiskinan di Kota Tangerang Selatan tak dilaporkan secara berkala oleh dinas terkait di kota yang dipimpin oleh Airin Rahmi Diany ini.

BACA :  Wanita Hamil Korban Mutilasi Baru Sebulan Ngontrak di Telaga Sari Cikupa

Dana yang diserap dalam bentuk program pelatihan kepada 550 orang, mestinya ada tolok ukurnya, agar dana ini tidak sia-sia.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga diminta, mendata secara akurat jumlah pengangguran di Tangsel, supaya sejumlah program kemasyarakatan yang bertujuan untuk mengurangi penganguran tersebut bisa dilakukan tepat sasaran.

Pernyataan tersebut disampaikan, Ketua Komisi II DPRD Kota Tangsel Siti Chodijah, menyikapi angka pengangguran yang ada di kota bermotto: cerdas, modern, dan religius ini.

“Mestinya, ada tolok ukur atas program pengentasan penganguran ini agar dana yang digelontorkan nantinya tidak sia-sia,” ucapnya.

Chodijah juga menambahkan, pihaknya tidak meminta target muluk-muluk soal pengentasan penganguran di Tangerang Selatan ini. “Hanya saja, program yang digulirkan nantinya tepat sasaran saja. Dan program tersebut benar-benar menjadikan warga yang tadinya menganggur tidak menjadi pengangguran lagi,” tegasnya.

BACA :  Dishub Lebak Akui Banyak Mobil Pengangkut Pasir Lolos Pengawasan

Lebih lanjut, Chodijah juga mempertanyakan tindak lanjut dari program pelatihan terhadap 550 pengangguran di Kota Tangerang Selatan. “Tahun lalu sudah 550 orang yang dilatih. Apakah sekarang mereka sudah bekerja? Itu yang terpenting. Yang dilatih terus berkerja, sehingga angka penganguran itu secara pasti terkikis. Jadi maksud kami data akurat itu harus pasti, mana yang sudah berdaya dan mana yang memang pengangguran murni. Agar hasilnya juga jelas,” jelas Chodijah.

Sementara itu, Wakil Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengklaim, tingkat pengangguran di Kota Tangerang Selatan tinggal tersisa 8 persen dari 1,2 juta penduduk yang ada saat ini. Angka yang disebutkan Benyamin Davnie tersebut setara dengan sekitar 96.000 jiwa tercatat sepanjang tahun 2012 lalu.

BACA :  Bantah Aksinya Hanya Ikut-ikutan, Anak STM di Lebak Ungkap Pernyataan Mengejutkan saat Tolak RKUHP dan UU KPK bareng Mahasiswa Banten

“Catatan terakhir kami, jumlah pengangguran yang sedang terus kami kikis tersisa 8 persen dari 1,2 juta penduduk saat ini. Tahun ini dan tahun depan, kami akan banyak gulirkan program pemberdayaan masyarakat melalui UKM (Usaha Kecil Menengah) untuk mengikis jumlah pengangguran ini,” kata Benyamin, belum lama ini.

Meskipun angka 8 persen pengangguran ini diakuinya sebagai data paling kecil dibanding kota/kabupaten lainnya di Banten, pihaknya berharap bisa terus menekan angkka pengangguran ini hingga 5-6 persen hingga akhir tahun jabatan Walikota dan Walikota Tangsel 2015 mendatang. (Rus)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler