Connect with us

PERSONA

Decy Putri Yudianti: Di Spanyol Tari Saman Mengundang Perhatian

Published

on

Sebuah taman pada siang yang lenggang di Spanyol. Dari berbagai pertunjukan para seniman, tari Saman tampak menarik perhatian. Tarian asal Aceh ini meliuk-liuk di antara sekian pasang mata di negeri Matador. Sang Matador sendiri mungkin ada di antara sekian pasang mata itu.

Adalah Decy Putri Yudianti (22), gadis berambut panjang yang mengundang rasa penasaran warga Spanyol saat itu. Niatannya untuk berlatih di taman itu, ternyata tak hanya mengundak perhatian banyak orang, namun juga menarik orang untuk memberikan uang recehan kepada Decy. Lalu, Decy pun tertawa mengenang pengalaman itu…

Buat Decy, negara yang satu ini tidak hanya dikenal  memiliki pesepak bola handal dunia, tapi juga memiliki masyarakat yang antusias dengan nilai budaya.

BACA :  Kisah Sukses Petani Rumput Laut di Pesisir Carita, Berhasil Bangkit dari Bayang-bayang Tsunami

Di negara ini, Decy merasakan, ternyata masyarakatnya memiliki antusiasme yang tinggi dengan salah satu tarian khas Indonesia ini.

 “Awalnya kita hanya sekedar iseng latihan di pinggir jalan di negara itu. Eh, enggak tahunya banyak banget yang nontonin kita,” kata Decy membuka cerita.

Mahasiswi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Pelita Harapan (UPH) Tangerang yang memiliki rambut panjang ini, tak pernah menduga, kalau aksi dia bersama teman-temannya mendapat perhatian banyak warga.

Tari Saman ketika dipentaskan saat itu menurut Decy, sempat mengalihkan perhatian warga lain yang tadinya melihat seniman jalanan asli Spanyol. Mereka beralih ke aksi spontan menarikan Saman ala Decy dan teman-temannya.

BACA :  Terpilih Jadi Wakil Walikota, Sanuji Pentamarta Bakal 'Mati-matian' Bangun Kota Cilegon

Decy mengenang, taman itu berada di pinggir jalan kota di Spanyol yang lengang. Di pinggiran jalan berderet kafe-kafe ternama.

Karena melihat banyak sekali pengamen eksklusif dengan biola, gitar, dan seniman jalanan lainnya, Decy dan teman-temannya berpikir, tempat tersebut bebas untuk mengekspresikan diri dengan keahlian yang mereka punya.

“Padahal saat itu kita kepengen latihan saja, tapi karena dapat perhatian yang banyak, latihan kita dimaksimalin seperti di atas panggung pertukaran budaya sungguhan saja,” ujar wanita yang memiliki suara melengking saat menari Saman.

Tanpa diduga, kerumunan banyak orang yang menonton aksi atraktif tari Saman mereka, mendorong para penonton memberikan uang yang nilainya tidak sedikit. “Uang recehan gitu, lumayan buat jajan,” katanya sembari tertawa.

BACA :  Kartini dari Kelurahan Kenanga; Mengelola Tempat Belajar tanpa Dibayar

Pengalaman tersebut, diakui Decy sangat berkesan. Hal tersebut, menandakan tari tradisional Indonesia memiliki daya tarik yang kuat bagi penikmat seni maupun masyarakat awam.

Lalu, usai berlatih di taman itu, saat malam harinya Decy bersama tim tari tradisional UPH pentas dipanggung Spanyol, sambutan meriah pun diterima mereka.

Sebab, tarian dari Indonesia yang dibawakan Decy mendapat hati masyarakat Spanyol dan mendapatkan anugerah The Best Traditional Dancer tingkat dunia.

“Sebenarnya bukan ajang kompetisi, hanya pertukaran budaya saja. Namun, ada penghargaan bagi tarian yang sangat diminati masyarakat dunia, tari Samanlah jawabannya,” ujar Decy bangga. (Rus).



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler