Connect with us

METROPOLITAN

Kepsek: Keputusan Sekolah Sudah Final

Published

on

Banten Hits.com- Muhamad Sudirman (18), siswa SMAN 7 Kabupaten Tangerang yang dikeluarkan dari sekolah setelah ketahuan sudah menikah, dipastikan tidak akan bisa mengikuti UN yang akan digelar pada 15 April 2013 mendatang.

Kepastian tersebut ditegaskan Kepala Sekolah SMAN 7 Kabupaten Tangerang Heryawan dihadapan sejumlah wartawan, Rabu (03/04/2013).

“Keputusan pihak sekolah sudah final,” kata Heryawan.

Heryawan mengatakan, pihak sekolah tidak akan menghilangkan hak Sudirman untuk mendapatkan pendidikan, namun juga tak bisa memberi toleransi atas tindakan Sudirman yang dianggap sudah melanggar aturan internal sekolah ini.

Banten Hits.com- Muhamad Sudirman (18), siswa SMAN 7 Kabupaten Tangerang yang dikeluarkan dari sekolah setelah ketahuan sudah menikah, dipastikan tidak akan bisa mengikuti UN yang akan digelar pada 15 April 2013 mendatang.

Kepastian tersebut ditegaskan Kepala Sekolah SMAN 7 Kabupaten Tangerang Heryawan dihadapan sejumlah wartawan, Rabu (03/04/2013).

“Keputusan pihak sekolah sudah final,” kata Heryawan.

Heryawan mengatakan, pihak sekolah tidak akan menghilangkan hak Sudirman untuk mendapatkan pendidikan, namun juga tak bisa memberi toleransi atas tindakan Sudirman yang dianggap sudah melanggar aturan internal sekolah ini.

“Pihak sekolah mengembalikan yang bersangkutan ke orang tuanya. Kemudian, kami bersama orang tuanya bersama-sama mencari solusi untuk ke depannya. Dan hari Rabu kemarin (minggu lalu, red) kami sudah sepakat,” jelasnya.

Heryawan juga menegaskan, UN hanyalah sebuah momen. Andaikan Sudirman dari awal melakukan kesalahan ini, pasti sejak awal sudah dikembalikan ke orang tuanya oleh sekolah.

Sebelumnya, pihak sekolah SMAN 7 Kabupaten Tangerang, tempat Muhamad Sudirman bersekolah, angkat bicara terkait dengan polemik antara pihak sekolah dengan salah seorang siswanya itu.

Melalui Kepala Sekolah SMAN 7 Kabupaten Tangerang Heryawan, pihak sekolah menyampaikan kronologi kasus yang menimpa Muhamad Sudirman.

Menurut Heryawan, peristiwa tersebut berawal dari peristiwa yang dialami oleh Muhamad Sudirman pada dua bulan lalu (Februari). Terkait peristiwa ini, Muhamad Sudirman sendiri menjelaskan, dirinya telah menikah secara agama dengan gadis sebaya yang dihamilinya.

Pihak sekolah sendiri pada 4 Maret 2013, resmi mengeluarkan surat keterangan untuk Muhamad Sudirman yang berisikan, mengembalikan Muhamad Sudirman ke pihak keluarganya, alias dikeluarkan dari pihak sekolah.

Pihak keluarga yang tak terima dengan keputusan sekolah, kemudian mengadukan kasus tersebut ke Komnas Perlindungan Anak di Jakarta, pada tanggal 07 Maret 2013.

“Komnas pernah menyurati kami. Yang intinya mereka meminta agar pihak sekolah tidak menghilangkan hak anak untuk mendapat pendidikan. Lalu, kami jawab, kami tidak menghilangkan hak si anak. Ada pun keputusan mengembalikan si anak ke sekolah, karena sekolah punya aturan. Pada saat masuk ke sekolah yang bersangkutan juga membuat surat keterangan tidak akan pernah menikah selama menjadi siswa,” tegas Heryawan. (Rus)

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 − five =

Trending