Connect with us

METROPOLITAN

Datangi Sekolah Tagih Janji, Sudirman Kecewa

Published

on

Banten Hits.com – Muhamad Sudirman (18) yang terus berjuang untuk memperoleh haknya agar bisa mengikuti Ujian Nasional (UN), Sabtu pagi (06/04/2013), mendatangi sekolahnya, SMAN 7 Kresek, Kabupaten Tangerang.

Sudirman datang dengan memakai seragam sekolah lengkap dengan atributnya. Kedatanganya ke sekolah didampingi sejumlah anggota keluarganya.

Namun, dari pertemuannya dengan pihak sekolah, ternyata tidak juga membuahkan hasil.

Banten Hits.com – Muhamad Sudirman (18) yang terus berjuang untuk memperoleh haknya agar bisa mengikuti Ujian Nasional (UN), Sabtu pagi (06/04/2013), mendatangi sekolahnya, SMAN 7 Kresek, Kabupaten Tangerang.

Sudirman datang dengan memakai seragam sekolah lengkap dengan atributnya. Kedatanganya ke sekolah didampingi sejumlah anggota keluarganya.

Namun, dari pertemuannya dengan pihak sekolah, ternyata tidak juga membuahkan hasil.

Pihak sekolah tetap ngotot tidak membolehkan dirinya mengikuti UN yang digelar pada 15 April mendatang. Alasanya masih seperti yang sejak awal. Sudirman telah dikembalikan kepada pihak keluarga, karena dianggap telah melanggar peraturan internal sekolah, yaitu menikah dengan teman sebayanya.

Keputusan ini otomatis kembali membuat Sudirman kecewa. “Saya kecewa, karena sekolah tetap tidak membolehkan saya mengikuti Ujian Nasional,” ujar Sudirman usai mendatangi sekolahnya, Sabtu (06/04/2013).

Meski demikian, Sudirman mengaku akan terus berjuang agar bisa mengikuti UN dengan  mengadukan persoalan yang dialaminya ke Menteri Pendidikan Nasional. “Saya akan terus berjuang untuk memperoleh hak saya mengikuti UN,” harapnya.

Sementara itu, Ukem Sukemi, Humas SMAN 7 Kabupaten Tangerang usai menerima kedatangan Sudirman dan keluarganya menegaskan tetap tidak memperbolehkan Sudirman mengikuti UN.

“Kita tetap konsisten dengan keputusan awal, tidak membolehkan Sudirman ikut UN, karena Sudirman sudah dikembalikan kepada keluarganya,” tegasnya.

Muhamad Sudirman, Siswa Kelas XII SMAN 7 Tangerang dikeluarkan dari sekolahnya dan tidak boleh mengikuti Ujian Nasional karena dianggap telah melanggar peraturan internal sekolah, yaitu menikah.

Kasusnya mencuat dan menjadi perbincangan publik, setelah dirinya mengadu kepada Komnas Perlindungan Anak beberapa waktu lalu.

Belakangan, Menteri Pendidikan Nasional, M. Nuh bahkan telah memutuskan kebijakan yang membolehkan siswa menikah atau hamil untuk mengikuti U-N. Namun rupanya, pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang tetap keukeuh dengan keputusannya. (Soed)

Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 + 5 =

Trending