Connect with us

METROPOLITAN

WNA dan Ormas di Tangsel Diawasi Ketat

Published

on

Banten Hits.com– Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan memperketat pengawan keberadaan orang asing dan organisasi terlarang di Kota Tangerang Selatan. Perketatan pengawasan orang asing di Tangsel ini, akan dilakukan secara bekerjasama dengan Kantor Imigrasi Tangerang. 

Pernyataan tersebut disampaikan Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany saat Rapat Koordinasi pimpinan Kepala Daerah, Rabu (09/04/2013) di Wisma Tamu, Puspiptek, Serpong.

Banten Hits.com– Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan memperketat pengawan keberadaan orang asing dan organisasi terlarang di Kota Tangerang Selatan. Perketatan pengawasan orang asing di Tangsel ini, akan dilakukan secara bekerjasama dengan Kantor Imigrasi Tangerang. 

Pernyataan tersebut disampaikan Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany saat Rapat Koordinasi pimpinan Kepala Daerah, Rabu (09/04/2013) di Wisma Tamu, Puspiptek, Serpong.

Dalam acara tersebut Airin menyatakan, saat ini, jumlah orang asing yang ada di Tangsel  sebanyak 729 orang.

“ Dari jumlah tersebut, yang sudah melapor sekitar 110 orang. Sementara, sisanya 619 sudah tercatat dan melapor ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Dan kami akan melakukan pengawasan secara ketat terhadap jumlah tenaga asing yang ada di Tangsel. Untuk itu, kami akan berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Tangerang,” jelas Airin.

Airin juga menyatakan, banyaknya warga asing di Kota Tangsel, harus disikapi secara positif. Karena, banyak tenaga asing yang mampu mentransfer skill dan ilmu kepada warga Tangsel. Lebih lanjut Airin mengatakan, dengan banyaknya isu warga asing yang tidak tercatat di sejumlah wilayah, bahkan terdapat imigran gelap di beberapa wilayah, Kota Tangsel akan terus memantau jumlah warga asing di setiap kecamatan bahkan sampai ke RT/RW.

Sementara itu, Kepala Imigrasi Tangerang, Endang Supriadi Syamsi mengatakan, pihaknya akan membuat tim koordinasi pengawasan orang asing di Kota tangsel. Sehingga nantinya akan terpantau jumlah warga asing yang ada di Tangsel.

“Sebelumnya kami juga sudah berkoordinasi dengan wilayah Tangerang Selatan, di antaranya jemput bola pembuatan paspor haji. Namun untuk koordinasi warga asing, kami melalui pemerintah Kota Tangsel juga akan bekerjasam dengan RT/RW setempat. Sehingga mempermudah pemantauan,” papar Endang.

Sementara itu, Sekretaris MUI Kota Tangsel Abdul Rozak mengatakan, banyaknya organisasi yang tidak terdaftar di Kota Tangsel akan membuat rawan wilayah. Untuk itu, Pemkot diharapkan lebih ketat dalam pengawasan organisasi masyarakat atau partai politik.

“Untuk itu, organisasi massa atau partai politik harus terdaftar di Kesbangpol. Sehingga jika terdapat organisasi terlarang bisa secepatnya terdeteksi atau terpantau,” tandas Rozak. (Rus)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × four =

Trending