Connect with us

METROPOLITAN

Polisi Beri Kesempatan Sekolah Tanggung Jawab

Published

on

Banten Hits.com – Kasus runtuhnya tembok Gedung TPA/TK Al-Baini yang merenggut nyawa Rangga Adi Permana (5), sebenarnya tengah dalam penyelidikan Polsek Ciledug, Kota Tangerang.

Polisi yang menangani kasus ini juga membenarkan jika tembok bangunan sekolah tersebut merupakan bangunan yang sudah tua dan tidak pernah direnovasi.

Banten Hits.com – Kasus runtuhnya tembok Gedung TPA/TK Al-Baini yang merenggut nyawa Rangga Adi Permana (5), sebenarnya tengah dalam penyelidikan Polsek Ciledug, Kota Tangerang.

Polisi yang menangani kasus ini juga membenarkan jika tembok bangunan sekolah tersebut merupakan bangunan yang sudah tua dan tidak pernah direnovasi.

Meski demikian, polisi tetap memberi kesempatan kepada pihak pengelola sekolah untuk bertanggung jawab dalam kasus ini. Apalagi, selama ini ternyata sekolah tersebut sangat membantu masyarakat sekitar, karena tidak pernah memungut biaya SPP.

BACA :  Menag Berbelasungkawa Lurah Tewas saat Pawai Taaruf MTQ Banten

“TPA tersebut tidak memungut bayaran atau SPP. Sifatnya sosial, banyak dukungan dari warga. Untuk itu, kita akan berikan kesempatan sekolah untuk bertanggung jawab terlebih dulu,” ungkap Kapolsek Ciledug, Kompol Abdul Harris Jakin, Jumat (12/04/2013).

Lebih jauh Jakin menjelaskan berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan petugasnya, gedung bangunan TPA/TPA Al-Baini memang diketahui sebagai bangunan tua.

Semenjak 20 tahun berdiri, bangunan gedung sekolah tersebut tidak pernah direnovasi, sehingga banyak bagian-bagian bangunan yang sudah dalam kondisi rapuh.

“Tembok itu sudah 20 tahun lebih, dibangun oleh almarhum pendiri TPA Al Baini. Sudah rapuh dibagian pondasinya,” ungkapnya.

Sedangkan mengenai kronologi kejadiannya, Jakin mengatakan insiden itu terjadi saat seorang siswa bernama Albi Almaliki (5) tengah bermain gelayutan di pagar sekolah.

BACA :  Tiba-tiba Gubernur Banten Pengen Ikutan Jakarta Tetapkan PSBB, Pedoman Permenkes Sudah Terpenuhi?

Ayunan pagar Albi yang sangat kencang, menyebabkan tembok yang menyatu dengan pagar sekolah roboh, lantas menimpa korban Rangga Adi Saputra (5) yang saat itu berada di bawah dan sedang jajan.

“Albi juga terjatuh jeledak dan tertimpa tangga. Sedangkan Rangga tertimpa tembok dari belakang, matanya sampai keluar. Menurut keterangan dokter, Rangga meninggal dalam perjalanan menuju RS Bhakti Asih,” tutur Kompol Harris Jakin. (Rie)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler