Connect with us

METROPOLITAN

Pemusnahan Ribuan Komoditas Tanaman dan Daging Ilegal

Published

on

Banten Hits.com – Ribuan komoditas tanaman, daging dan sayuran yang membahayakan bagi kesehatan banyak beredar di kalangan masyarakat. Ribuan komoditas itu masuk ke Indonesia dan beredar luas secara ilegal di kalangan masyarakat, karena tidak dilengkapi dokumen secara resmi.

Buktinya, Balai Karantina Pertanian Soekarno Hatta berhasil menyita ribuan jenis komoditas membahayakan itu yang diselundupkan dari berbagai negara.

Banten Hits.com – Ribuan komoditas tanaman, daging dan sayuran yang membahayakan bagi kesehatan banyak beredar di kalangan masyarakat. Ribuan komoditas itu masuk ke Indonesia dan beredar luas secara ilegal di kalangan masyarakat, karena tidak dilengkapi dokumen secara resmi.

Buktinya, Balai Karantina Pertanian Soekarno Hatta berhasil menyita ribuan jenis komoditas membahayakan itu yang diselundupkan dari berbagai negara.

Ribuan komoditas yang berhasil disita, dimusnahkan di kawasan Bandara Internasional Soekarno Hatta, Senin Sore (15/04/2013). Pemusnahan dipimpin langsung Kepala Kantor Karantina Pertanian Soekarno Hatta, Mustafa Fauzi.

Selain komoditas sayuran, adapula jenis bunga yang dikatakan masuk pada kategori langka, seperti bunga anggrek dan corn seed. “Keduanya berasal dari Belanda dan Thailand,” ujar Kepala Kantor Karantina Pertanian Soekarno Hatta, Mustafa Fauzi.

Adapula jenis sitaan hasil bahan asal hewan yang masuk ke Indonesia tanpa dilengkapi dokumen, seperti ceker ayam, daging bebek, nasi daging, daging ham dan olahan daging.

“Serta beberapa olahan dari daging babi, seperti sosis, bakso, dendeng, dan cornet, yang kesemuanya berasal dari daging babi,” tutur Mustafa.

Untuk barang olahan hewan ilegal, berasal dari sejumlah negara, antara lain Cina, Hongkong, Taipei, Korea, dan Taiwan.

Mustafa mengatakan, dari ribuan komoditas yang dimusnahkan, ada juga bibit jagung yang  mengandung berbagai jenis penyakit. Jika bibit jagung tersebut tidak dimusnahkan, lanjutnya, akan menyebabkan kerusakan pada tumbuhan para petani yang menanamnya.

“Apabila para petani menanamnya, dampaknya sangat besar karena bisa mengakibatkan puluhan hektar sawah yang ada di Indonesia menjadi rusak,” ungkapnya.

Menurutnya, ribuan komoditas yang disita dan dimusnahkan selain karena tidak memiliki dokumen lengkap juga lantaran tidak memiliki persyaratan RIPH dan PI Nomor 60/Permentan/OT tahun 2012.

“Sengaja kita musnahkan untuk menghentikan penyebaran penyakit di masyarakat. Bila kita re-ekspor ke negara asal, ditakutkan justru makin menyebarkan penyakit di negara lain. Pemusnahan ini untuk mencegah sesuatu yang tidak baik bagi kesehatan masyarakat,” tandasnya.

Ribuan barang sitaan tersebut diamankan noleh petugas dan dimusnahkan dengan cara dibakar, dengan alat khusus berdiameter besar. (Viks/Dra)

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen + 15 =

Trending