Connect with us

WISATA

Berwisata Mengamati Buaya yang Suka Pura-pura

Published

on

Menyaksikan buaya yang sedang memakan mangsa, atau buaya yang tengah bermain dengan sesamanya, adalah keasikan tersendiri. Terlebih, bila kita memiliki waktu luang untuk mengamati lebih lama kebiasan buaya. Reptil buas ini, memang ditakuti sekaligus digandrungi.
 
“Awas, airmata buaya!” Kalimat yang sudah memasyarakat ini, kira-kira mengandung pesan agar tak mudah percaya dengan airmata seseorang. Bisa jadi, airmata itu adalah tanda kepura-puraan untuk mengelabui. Lalu kenapa harus buaya, binatang yang jadi simbol bagi kepura-puraan itu?

Menyaksikan buaya yang sedang memakan mangsa, atau buaya yang tengah bermain dengan sesamanya, adalah keasikan tersendiri. Terlebih, bila kita memiliki waktu luang untuk mengamati lebih lama kebiasan buaya. Reptil buas ini, memang ditakuti sekaligus digandrungi.
 
“Awas, airmata buaya!” Kalimat yang sudah memasyarakat ini, kira-kira mengandung pesan agar tak mudah percaya dengan airmata seseorang. Bisa jadi, airmata itu adalah tanda kepura-puraan untuk mengelabui. Lalu kenapa harus buaya, binatang yang jadi simbol bagi kepura-puraan itu?

BACA :  Pemkab Lebak Mulai Tata Destinasi Wisata Goa Lalay

Dari pengamatan terhadap kebiasan buaya, ternyata ada pelajaran sederhana yang didapat. Memang benar, buaya adalah binatang yang suka berpura-pura.
 
Buaya selalu menunjukan kondisi faktual yang bertentangan. Salah satu contoh, adalah kebiasaan buaya ketika sedang tidur. Umumnya, aktivitas tidur selalu ditunjukkan dengan mata yang tertutup. Tapi tidak dengan buaya. Binatang yang satu ini, tidur dengan mata terbelalak. Praktis, yang melihat akan mengira buaya sedang terjaga.
 
Sebaliknya, buaya akan berpura-pura menutup mata jika tengah mengamati mangsa.
 
Ada berbagai pelajaran berharga lainnya dari mengamati kebiasaan buaya. Bagi anda yang ingin melihat dari dekat kebiasaan buaya ini, anda bisa berkunjung ke taman wisata buaya di Jalan Raya Tanjung Pasir, Kecamatan Teluk Naga, Kabupaten Tangerang.
 
Taman wisata buaya Tanjung Pasir ini, merupakan pindahan dari penangkaran buaya yang berada di Bandengan Utara, Jakarta Barat. Taman ini berada pada lahan seluas 5 hektar. Didirikan sejak tahun 2004 lalu, dan hingga kini sudah mempunyai koleksi buaya sebanyak 500 ekor buaya muara
 
Di tempat ini, anda bisa melihat semua aktivitas buaya dari dekat tanpa harus khawatir kepanasan atau kehujanan. Pengelola tempat ini, sudah menyediakan tempat pengamatan yang beratap di sekitar kandang, dengan dilengkapi tempat duduk.

BACA :  Berkunjung ke Baduy, Wisatawan Wajib Pakai Kampret

Sesekali, para pawang buaya di tempat ini, juga akan menyajikan atraksi bagi pengunjung. Yakni, ketika mereka sedang memberi makan buaya, atau saat para penjaga sedang mengambil telor buaya menggunakan tongkat bambu pengusir buaya.

Arsad, pengelola taman buaya ini mengatakan, awalnya taman buaya ini hanya mempunyai koleksi 35 ekor buaya saja. Namun, saat ini koleksi buaya di taman buaya ini bertambah menjadi 500 ekor buaya.
 
Namun, seiring bertambahnya koleksi buaya, ternyata sebuah ironi juga mendera taman buaya yang memiliki potensi wisata ini. Tempat ini menjadi seperti tak terawat. Maklum, taman ini hanya mengandalkan perawatan dari pengeola saja. Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang belum tergerak untuk menjadikan tempat ini sebagai salah satu objek wisata bagi mereka.

BACA :  Revitalisasi Kawasan Wisata Alam Cihunjuran Pandeglang

“Kami berharap pemerintah bisa memerhatikan dan membantu. Supaya bisa bersama-sama memajukan aset wisata di Kabupaten Tangerang ini,” kata Arsad.

Arsad berharap, ke depan taman wisata Tanjung Pasir ini bisa terus ada dan bisa melestarikan buaya muara yang hampir punah ini.

“Semoga kelak anak dan cucu kita masih bisa melihat buaya. Dan semoga tempat ini bisa jadi salah satu tempat wisata yang bisa dikunjungi warga,” harap Arsad.(Rus)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler