Connect with us

Suara Warga

Layanan Rumah Sakit “Si Miskin” Jangan Dibedakan

Published

on

Seluruh warga Kota Tangerang memiliki harapan, Kota Tangerang akan menjadi lebih baik setelah pelaksanaan pemilihan walikota dan wakil walikota Tangerang yang akan digelar 31 Agustus yang akan datang.

Sejumlah program yang saat ini dianggap belum menyentuh warga Kota Tangerang secara keseluruhan, adalah pekerjaan rumah bagi pemimpin Kota Tangerang mendatang.

Hal yang dianggap paling penting bagi warga Kota Tangerang, adalah tentang layanan kesehatan. Meski layanan kesehatan gratis sudah berjalan di Kota Tangerang ini, warga berharap pelayanan kesehatan gratis bagi warga miskin ini lebih ditingkatkan lagi oleh pemimpin Kota Tangerang mendatang. Terutama dari sisi pelayanan rumah sakitnya.

Naiman (57), warga Kecamatan Benda, Kota Tangerang, adalah salah satu warga yang menginginkan pelayanan rumah sakit terhadap warga miskin harus lebih ditingkatkan.

BACA :  Pemimpin Harus Merasakan yang Dirasakan Rakyat

Seluruh warga Kota Tangerang memiliki harapan, Kota Tangerang akan menjadi lebih baik setelah pelaksanaan pemilihan walikota dan wakil walikota Tangerang yang akan digelar 31 Agustus yang akan datang.

Sejumlah program yang saat ini dianggap belum menyentuh warga Kota Tangerang secara keseluruhan, adalah pekerjaan rumah bagi pemimpin Kota Tangerang mendatang.

Hal yang dianggap paling penting bagi warga Kota Tangerang, adalah tentang layanan kesehatan. Meski layanan kesehatan gratis sudah berjalan di Kota Tangerang ini, warga berharap pelayanan kesehatan gratis bagi warga miskin ini lebih ditingkatkan lagi oleh pemimpin Kota Tangerang mendatang. Terutama dari sisi pelayanan rumah sakitnya.

Naiman (57), warga Kecamatan Benda, Kota Tangerang, adalah salah satu warga yang menginginkan pelayanan rumah sakit terhadap warga miskin harus lebih ditingkatkan.

BACA :  Naikan Gaji Tukang Sapu di Jalan

Naiman yang ditemui Banten Hits.com di RS Sitanala, Kota Tangerang, Selasa (23/04/2013), mengaku, dirinya sudah antri untuk mendapatkan layanan kesehatan di rumah sakit tersebut sejak jam 07.00 – 09.30 WIB.

“Untuk dapatkan layanan berobat gratis, saya harus antre berjam-jam,” katanya.

Menurut Naiman, dirinya antri di rumah sakit tersebut untuk mengobati penyakit isterinya. Namun, alih-alih isterinya tersebut segera ditangani, sang isteri harus merasakan nyeri akibat penyakitnya di dalam antrian yang tak berkesudahan.

“Saya berharap agar pemimpin Kota Tangerang yang jadi, ke depannya mau menyelesaikan masalah ini. Tolong lebih diutamakan orang miskin yang sakit,” tegas Naiman.

Naiman juga mengatakan, pelayanan di setiap rumah sakit di Kota Tangerang, semestinya tidak membedakan golongan miskin atau kaya. “Jangan dibeda-bedakan antara si kaya dan si miskin,” tuturnya.(Taufik Saleh)

BACA :  Walikota Mendatang Harus Sejahterakan Pengojek



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler