Connect with us

METROPOLITAN

Haru, Iringi Pemakaman Pelajar Korban Tawuran

Published

on

Banten Hits.com – Jenazah Teddy (14) pelajar SMPN 7 Batu Ceper Kota Tangerang, yang tewas karena dikeroyok pelajar yang terlibat tawuran usai mengikuti Ujian Nasional hari terakhir, Jumat siang (26/04/2013) dimakamkan di TPU Selapajang, Neglasari, Kota Tangerang.

Prosesi pemakaman diwarnai suasana duka yang mendalam. Sejumlah siswa, para dewan guru SMPN 7, sempat turut mengantarkan jenazah Teddy saat dikebumikan.

Banten Hits.com – Jenazah Teddy (14) pelajar SMPN 7 Batu Ceper Kota Tangerang, yang tewas karena dikeroyok pelajar yang terlibat tawuran usai mengikuti Ujian Nasional hari terakhir, Jumat siang (26/04/2013) dimakamkan di TPU Selapajang, Neglasari, Kota Tangerang.

Prosesi pemakaman diwarnai suasana duka yang mendalam. Sejumlah siswa, para dewan guru SMPN 7, sempat turut mengantarkan jenazah Teddy saat dikebumikan.

BACA :  Oppo Larang Jilbab, DPRD Lebak: Jangan Sampai Ada Gejolak Publik!

Teddy, anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Siti Nurhayatmi dan Agus, tewas mengenaskan dengan luka akibat hantaman benda tumpul di bagian kepalanya.

Menurut sang ibu Siti Nurhayatmi, sebelumnya Teddy sempat pulang ke rumah setelah mengikuti ujian nasional hari terakhir di sekolahnya.  Namun korban pergi lagi bersama kedua orang temannya.

Sang ibu sempat menegurnya, namun Teddy tetap berangkat dan mengaku cuma main ke rumah temannya. Selama ini, Teddy diketahui sering telat pulang ke rumah, selepas pergi sekolah.

“Saya baru tahu anak saya meninggal sore hari setelah diberi tahu tetangga. Selama ini dia   memang sering telat pulang dari sekolah,” ujarnya

Siti berharap kejadian serupa tidak terulang dan pelakunya diberi hukuman yang setimpal. “Saya berharap kejadian tawuran pelajar di Kota Tangerang cukup sampai di sini, dan tidak ada lagi tawuran.  Cukup anak saya yang menjadi korban,” jelas Siti.

BACA :  Dihujat di Twitter dan Dimaki Pendemo, Arief: Saya Bangga

Sementara, Ade Rihana Kepala SMPN SMPN 7 Kota Tangerang, membantah jika anak didiknya yang tewas dan luka karena akibat tawuran dengan pelajar sekolah lain. Kendati demikian dirinya tidak berani menyebutkan sekolah mana yang terlibat tawuran, karena khawatir terjadi penyerangan di sekolah yang dipimpinnya atau pun sebaliknya.

“Saya tidak mau menyimpulkan sekolah mana yang terlibat tawuran. Saya mengantisipasi anak didik saya menyerang balik, kalau saya sebutkan nama sekolahnya yang terlibat tawuran,” ungkapnya.

Seperti diberitakan, tiga pelajar SMPN 7 Batu Ceper Kota Tangerang dikeroyok dua kelompok pelajar yang terlibat tawuran di Jalan Pembangunan, Batu Ceper, Kota Tangerang, usai mengikuti usai mengikuti ujian nasional hari terakhir, Kamis (25/04/2013).

BACA :  Pemkab Pandeglang Pilih Opsi Batasi Ruang Gerak Warga Dibanding Local Lockdown, Ini Skema Pelaksanaannya

Insiden ini terjadi, saat Muhammad Ikhsan Abdul Hakim (14), bersama kedua rekannya Teddy (14) dan Muhammad Abduh (14), berboncengan pulang dari sekolah dan akan pulang ke Komplek Perumahan Angkasa Pura, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.

Tiba-tiba di perjalanan, ia bersama temannya terjebak dalam tawuran yang terjadi usai pelaksanaan Ujian Nasional hari terakhir. Teddy (14) tewas karena luka serius yang dialaminya. Muhammad Ikhsan Abdul Hakim (14), yang menderita luka kini masih menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Tangerang. Sedangkan Muhammad Abduh (14) sudah diperbolehkan pulang. (Taufik Saleh)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler