Connect with us

METROPOLITAN

“Tenteng” Samurai, Pemuda Ditangkap

Published

on

Banten Hits.com – Gara-gara memalak sejumlah sopir taksi, angkot, dan warga pengguna jalan, seorang pemuda ditangkap petugas Mapolsekta Tangerang. Namanya, Marsel Stevy Manuputty (25).

Tersangka ditangkap polisi pada Minggu malam sekitar pukul 21.00 wib. Saat itu, tersangka diketahui tengah “menenteng” dan mengacung-acungkan samurai sambil meminta uang kepada para pengguna jalan di perempatan lampu merah, Tanah Tinggi, Kota Tangerang.

Banten Hits.com – Gara-gara memalak sejumlah sopir taksi, angkot, dan warga pengguna jalan, seorang pemuda ditangkap petugas Mapolsekta Tangerang. Namanya, Marsel Stevy Manuputty (25).

Tersangka ditangkap polisi pada Minggu malam sekitar pukul 21.00 wib. Saat itu, tersangka diketahui tengah “menenteng” dan mengacung-acungkan samurai sambil meminta uang kepada para pengguna jalan di perempatan lampu merah, Tanah Tinggi, Kota Tangerang.

BACA :  Enam Terpidana Dieksekusi, PN Tangerang "Neraka" bagi Pengedar Narkotika

“Petugas polsek yang dapat laporan dari warga langsung mendatangi tempat kejadian dan mengamankan pelaku,” kata Kompol Sukarna saat ditemui Banten Hits.com di ruang kerjanya, Senin (29/04/2013).

Kapolsek mengatakan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, saat itu tersangka diketahui  tengah meminta uang kepada seorang sopir taksi yang tengah melintas di perempatan lampu merah, Jalan Raya Sudirman, Tanah Tinggi, Kota Tangerang.

“Sopir taksi yang ketakutan memberi uang sebesar 5000 rupiah. Namun dilemparnya lagi,” ujarnya.

Menurut Kapolsek, sebenarnya ada tiga orang yang menjadi korban. Namun dirinya belum mau merinci siapa saja nama korbannya. Begitu pun soal status tersangka yang mengaku sebagai mahasiswa, Kapolsek pun tidak bisa menjelaskannya secara detil.  

BACA :  Antisipasi Serangan Teroris, Polda Banten Gelar Simulasi Penanganan

“Korbanya sih ada tiga. Kaca kendaraan mereka digedor-gedor sambil diacungkan samurai,” terang Sukarna.

Dari tangan tersangka, polisi juga menyita batang bukti berupa sebilah samurai yang dipakai tersangka untuk menakut-nakuti korbannya.

“Pelaku dijerat Undang-udang Darurat dengan ancaman hukuman 12 tahun Penjara,” jelasnya. (Hendra Wibisana)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler