Connect with us

Berita Kandidat

Arief: GP Ansor Harus Jadi Agent of Change

Published

on

Banten Hits.com – Dalam sejarah peradaban umat manusia, peran pemuda selalu berada di garis terdepan sebagai pembawa perubahan.

Fungsi dan peran itu semestinya terus diemban oleh generasai muda saat ini dan masa yang akan datang. Oleh karena itu, para pemuda jangan puas hanya jadi follower (pengikut), tapi harus selalu jadi agent of change (agen perubahan).

Demikian pesan yang disampaikan Wakil Walikota Tangerang Arief Wismansyah saat melantik Gerakan Pemuda (GP) Ansor PAC Kecamatan Karawaci, akhir pekan lalu.

Menurut Arief, GP Ansor sebagai organisasi pemuda juga harus menjadi bagian dari unsur perubah tersebut. Apalagi GP Ansor lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU) yang dikenal sebagai ormas yang berjuang gigih dalam membawa perubahan di Indonesia sejak zaman penjajahan hingga sekarang.

BACA :  Tekadkan Menang, Syukur-Hilmi Daftar ke KPU

“Saya yakin teman-teman GP Ansor akan selalu jadi bagian unsur perubah. Kita jangan mau hanya jadi follower dan didikte, tapi harus berada di garis depan sebagai pembawa perubahan,” kata Arief.

Dengan mengemban misi perubahan, maka GP Ansor mestinya bisa mengambil peran dan posisi yang strategis dalam pembangunan bangsa.

Dalam konteks pembangunan di Kota Tangerang yang berakhlakulkarimah, GP Ansor ikut berperan dalam membangun akhlak masyarakat dari ancaman dekadensi moral.

“Ancaman kemerosotan akhlak generasi muda adalah tanggung jawab kita, dan para pemuda. Peran GP Ansor adalah sebagai filter dan antisipasi terhadap masalah degradasi moral yang dihadapi pemuda,” imbuh Arief.

Dikatakan Arief, dengan bersikap sebagai agen perubahan, maka akan mudah untuk bersosialisasi dengan masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemkot Tangerang dalam membangun dan melayani masyarakat. Para pejabat harus bisa menyerap aspirasi warga secara langsung dengan turun ke lapangan.

BACA :  Sachrudin: "Sekarang Kita Semua adalah Saudara"

Karena, saat ini eranya adalah dari tingkat bawah ke atas atau bottom up. Jadi, pemimpin tidak bisa duduk manis menunggu keluhan warga. Bahkan, Arief juga meminta agar dibentuk pengurus GP Ansor di tingkat RT/RW. Karena, dengan begitu bisa menjadi gerakan solidaritas yang bersemangat ahlusunah wal jamaah, bermottokan akhlaqul karimah dan pembangunan yang rahmatan lil alamin.

Pejabat kelahiran 36 tahun lalu ini menegaskan, jika harapan sebagai agen perubahan, telah dilakukannya sebagai Wakil Wali Kota. Kota Tangerang yang dahulunya terkenal dengan kota terkotor, maka kini sudah dinobatkan sebagai kota terbersih.

Hal tersebut ditunjukan dengan berbagai penghargaan yang telah diraih seperti Piala Adipura dan Adipura Kencana yang akan dilakukan penilaian.

BACA :  Arief Belum Pastikan Hadiri Sidang Putusan MK

“Karena Rasulullah memerintahkan untuk hidup bersih yang merupakan sebagian dari iman. Maka itu, Pemkot Tangerang melakukan pembersihan lingkungan dalam upaya menciptakan hidup sehat,” jelasnya. (ADVERTORIAL)



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler