Connect with us

METROPOLITAN

Sekolah Bantah Pungut Biaya UN

Published

on

Banten Hits.com– Kepala Sekolah SDN Karawaci 6 Kota Tangerang Saripudin Ardi Winata, menyatakan, uang sebesar Rp 700 ribu yang dipungut pihak sekolah dari semua siswa kelas 6 adalah merupakan biaya perpisahan siswa setelah siswa selesai mengikuti Ujian Nasional (UN) nanti.

Saripudin membantah, jika uang yang dipungut tersebut merupakan uang untuk biaya UN, atau pungli yang dilakukan sekolah. Pernyataan tersebut disampaikan Saripudin saat ditemui Banten Hits.com di rumah dinasnya di Jalan Beringin Raya, Karawaci, Kota Tangerang, Jumat (03/05/2013).

Banten Hits.com– Kepala Sekolah SDN Karawaci 6 Kota Tangerang Saripudin Ardi Winata, menyatakan, uang sebesar Rp 700 ribu yang dipungut pihak sekolah dari semua siswa kelas 6 adalah merupakan biaya perpisahan siswa setelah siswa selesai mengikuti Ujian Nasional (UN) nanti.

BACA :  Rawan Kebocoran, Dishub Lebak Diminta Benahi Sistem Parkir

Saripudin membantah, jika uang yang dipungut tersebut merupakan uang untuk biaya UN, atau pungli yang dilakukan sekolah. Pernyataan tersebut disampaikan Saripudin saat ditemui Banten Hits.com di rumah dinasnya di Jalan Beringin Raya, Karawaci, Kota Tangerang, Jumat (03/05/2013).

“Program ini, setiap tahunnya kami lakukan bagi siswa kelas 6 dengan cara menabung. Hasil tabungannya untuk dana transportasi acara perpisahaan siswa,” kata Saripudin.

Menurut Saripudin, dari setiap siswa, diwajibkan perbulannya untuk menabung Rp 25 ribu hingga nanti mencapai Rp 700 ribu.

“Dari 23 siswa yang  menabung, pihak sekolah akan merencanakan tour. Dari dana yang terkumpul itu nanti akan dirinci dana untuk transportasi, bayar penginapan dan lain-lain. Kalau pun itu ada lebih dari hasil uang tabungan siswa, kami akan kembalikan,” ujar Saripudin.

BACA :  Musrenbang, Pemkab Tangerang Bahas Daya Saing Daerah

Namun Saripudin tak menyangkal, jika dana tersebut akan digunakan untuk biaya UN. Menurut Saripudin, pihaknya memang akan memakai uang tabungan siswa, tapi itu bentuknya pinjaman.

Hal tersebut menurut Saripudin, terpaksa dilakukan karena SDN Karawaci 6 belum mendapatkan bantuan operasional sekolah (BOS) dari pemerintah. Sementara, UN akan dilaksanakan pada Senin (06/05/2013) besok.

“Kalau dan BOS sudah turun dari pemerintah, uang tabungan siswa yang terpakai untuk kegiatan UN kami akan kembalikan lagi ke setiap siswa,” ujar Saripudin.

Saripudin kembali menegaskan, uang Rp 700 ribu yang dipungut dari siswa semata-mata untuk kepentingan siswa yang merayakan perpisahan.

“Kalau dari wali murid tidak menyetuji program tour yang dilakukan pihak sekolah, kami akan membatalkan program tersebut dan mengembalikan uang tabungan siswanya,” tegas Saripudin.(Rus)

BACA :  Ratusan Rumah di Binong Permai Terendam Banjir



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler