Connect with us

METROPOLITAN

Komnas HAM Terus Gali Fakta

Published

on

Banten Hits.com– Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terus menggali fakta-fakta baru dari masyarakat, terakit industri rumahan pembuat kuali di Kampung Bayur Opak, RT.003/006, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang.

Selain untuk mencari fakta baru tentang penganiayaan dan penyekapan terhadap para pekerja di industri rumahan kuali ini, investigasi yang dilakukan Komnas HAM ke lokasi, adalah untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan aparat dalam peristiwa ini.

Banten Hits.com– Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terus menggali fakta-fakta baru dari masyarakat, terakit industri rumahan pembuat kuali di Kampung Bayur Opak, RT.003/006, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang.

BACA :  Kemacetan di Terowongan Kaligandu Serang, Haerul Jaman: Solusinya Bangun Flyover

Selain untuk mencari fakta baru tentang penganiayaan dan penyekapan terhadap para pekerja di industri rumahan kuali ini, investigasi yang dilakukan Komnas HAM ke lokasi, adalah untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan aparat dalam peristiwa ini.

“Warga tahu banyak hal. Warga juga tahu kalau Juki banyak memiliki teman-teman dari kalangan aparat,” kata Siane Indriani, Komisioner Komnas HAM di lokasi, Minggu (05/05/2013).

Di lokasi, Komnas HAM memfokuskan pemeriksaan pada ruangan tempat penyekapan terhadap para pekerja.

Di ruang pengap yang minim pencahayaan dan kebersihan yang tak memadai, sedikitnya 30-40 orang pekerja tidur di tempat ini, dengan kondisi pintu terkunci dari luar.

“Di tempat ini mereka bilang tinggal 40 orang,” kata Siane sambil memerhatikan detail ruangan dengan luas 6 x 8 meter ini.

BACA :  Alun-alun Serang Jadi Seperti Diskotek, Bukti Ketidakpedulian Pemkab Serang

Dari ruang penyekapan, Komnas HAM kemudian meminta keterangan dari sejumlah warga di sekitar lokasi. Keterangan warga di sekitar lokasi selalu menyebutkan Juki Irawan si pemilik industri rumahan kuali ini, sebagai sosok yang dekat dengan aparat kepolisian dan TNI.

“Pelaku ini memang orang kuat. Inilah yang membuat warga takut. Karena kedekatan pelaku dengan aparat. Kami melihat ketakutan dari warga,” kata Siane.

Sebelumnya, kasus perbudakan yang dialami sekitar 30 buruh di industri rumahan kuali alumunium di Desa Bayur Opak, RT.03/06, Desa Lebak wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, diduga melibatkan oknum aparat.  Dugaan keterlibatan oknum aparat ini sebagaimana dipertanyakan Komnas HAM.

BACA :  Irna Kembali Rombak Jajaran Pejabat, Bakal Tuai Kritik?

“Kita akan serius mengungkap rahasia-rahasia yang belum terungkap di balik penyiksaan para pekerja kuali ini,” ujar Komisioner Komnas HAM, Siane Indriani, Sabtu (04/05/2013) malam saat mengunjungi para buruh pabrik kuali di Mapolres Kota Tangerang.(Rus)




Photos

  • Videos


  • Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-1015 bekerja sebagai produser di Info TV. Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

    Advertisement
    Click to comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    three + 20 =

    Terpopuler