Connect with us

METROPOLITAN

Hari Ini Penumpang KRL Ekonomi Beralih

Published

on

Banten Hits.com– Ribuan penumpang KRL ekonomi Jurusan Serpong- Tanah Abang, hari ini, Selasa (07/05/2013), beralih ke kereta ekonomi jurusan Rangkas Bitung-Tanah abang. Hal ini terlihat dari situasi di Stasiun Sudimara, Kota Tangerang Selatan.

Berdàsarkan pantauan di lapangan, banyak penumpang beralih ke Kereta ekonomi Rangkas Bitung-Tanah Abang.

Pukul 06.30 terlihat tumpukan penumpang di kéreta jurusan Rangkas Bitung ini.

Banten Hits.com– Ribuan penumpang KRL ekonomi Jurusan Serpong- Tanah Abang, hari ini, Selasa (07/05/2013), beralih ke kereta ekonomi jurusan Rangkas Bitung-Tanah abang. Hal ini terlihat dari situasi di Stasiun Sudimara, Kota Tangerang Selatan.

Berdàsarkan pantauan di lapangan, banyak penumpang beralih ke Kereta ekonomi Rangkas Bitung-Tanah Abang.

Pukul 06.30 terlihat tumpukan penumpang di kéreta jurusan Rangkas Bitung ini.

Tidak ada aksi unjuk rasa, yang terjadi pasca penghapusan kereta api ekonomi jurusan Serpong-Tanah Abang. Rencananya sekelompok masyarakat pecinta ekonomi akan melakukan aksi unjuk rasa,terkait ditiadakannya satu rangkaian kereta api ekonomi.

BACA :  Kemampuan Safety Riding Satlantas Lebak Dilatih

Keberadaan Kereta Rel Listrik atau KRL Ekonomi hingga saat ini dirasakan masih dibutuhkan oleh masyarakat terutama masyarakat ekonomi menengah ke bawah, di mana transportasi kereta khususnya KRL Ekonomi dinilai merupakan salah satu moda transportasi yang murah dan sangat terjangkau.

Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang penumpang KRL Ekonomi  Fathur.

Setiap pagi Fathur menggunakan moda tranpsortasi KRL ekonomi dari rumahnya di kawasan Tangerang Selatan menuju tempat kerjanya di Jakarta.

Fathur sendiri tidak setuju dengan dihapuskannya KRL Ekonomi, karena dengan tiket yang cukup murah, setiap hari dirinya bisa berangkat kerja ke Jakarta.

Fathur berharap agar pemerintah tidak menghapus KRL Ekonomi karena masih dibutuhkan oleh masyarakat dan jika dihapus akan menambah berat beban masyarakat terlebih lagi pemerintah juga akan mencabut subsidi harga BBM yang artinya BBM akan naik harganya.                     

BACA :  Kepala Pengendara X-Ride Ini Remuk Usai Terlindas Kontainer di Jalan Raya Serang-Cilegon

Fathur berharap, jika memang KRL Ekonomi akan diganti dengan kereta yang lebih baik, harganya jangan terlalu mahal dan disesuaikan dengan ekonomi masyarakat kecil.

Senada dengan Fathur, Ranti (35) merasa keberatan dengan dihapuskannya kereta api ekonomi Serpong-Tanah Abang.

“Saya keberatan kalau ekonomi dihapus, dari biaya Rp 1500 harus naik dan bayar Rp 8000, biaya pengeluaran bertambah banyak,” ujar ibu satu anak ini.

Ranti mengatakan, dengan dihapuskannya satu rangkaian ekonomi Serpong-Tanah Abang ini, dirinya terpaksa naik kereta api ekonomi jurusan Rangkas Bitung-Tanah abang.

“Kalau naik Rangkas penuhnya minta ampun, harus tumpuk-tumpukan,”ujarnya.

Hal senada disampaikan Yanto (30) dia merasa keberatan dengan dihapuskan kereta ekonomi ini.

BACA :  Pemkab Lebak Cari Solusi untuk Pedagang yang Digusur PT KAI

“Duh, kalau dihapuskan,kasian masyarakat kecil,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Stasiun Sudimara Ahmad Helmi menjelaskan, kereta api ekonomi sudah ditiadakan, karena kondisi yang tidak bisa digunakan lagi.

“Dalam dua bulan ini,dua kali mogok,sehingga menggangu keselamatan penumpang,” ungkapnya.

Helmi mengatakan,setiap harinya sebanyak 5000 penumpang ekonomi. Dia mengatakan PT KAI menyiapkan kereta api commuter line dengan harga Rp 8000, dan ada kereta api ekonomi Rangkas Bitung-Tanah abang dengan nominal Rp 1500.

“Kita memberikan pilihan kepada masyarakat untuk pilihan mereka,mau naik kereta commuter line yang nyaman ataukah menggunakan kereta ekonomi jurusan Rangkas Bitung-Tanah Abang,”katanya.

Sementara, untuk penambahan rangkaian, dia sedang menanyakan, untuk Pukul 9.30 Wib berjalan seperti biasa atau hanya menggantikan rangkaian yang tidak ada. (Rus)



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler