Connect with us

METROPOLITAN

Yuki Dulu Tinggal di Kontrakan

Published

on

Banten Hits.com – Kehidupan Yuki Irawan, pemilik pabrik yang kini menjadi tersangka praktik perbudakan, sebelumnya ternyata sangat memprihatinkan. Yuki hanya tinggal di sebuah rumah kontrakan petak, milik seorang warga di Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang.

“Dia mengontrak selama 3 tahun,” ujar Sayuti, pemilik rumah kontrakan saat ditemui Banten Hits.com, Selasa lalu (07/05/2013).

Banten Hits.com – Kehidupan Yuki Irawan, pemilik pabrik yang kini menjadi tersangka praktik perbudakan, sebelumnya ternyata sangat memprihatinkan. Yuki hanya tinggal di sebuah rumah kontrakan petak, milik seorang warga di Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang.

“Dia mengontrak selama 3 tahun,” ujar Sayuti, pemilik rumah kontrakan saat ditemui Banten Hits.com, Selasa lalu (07/05/2013).

BACA :  Pelaku Pecah Kaca Gasak Dana Pembangunan Jembatan di Lebak

Di rumah kontrakan petak milik Sayuti itu, Yuki tinggal bersama istri dan seorang anaknya. Saat itu Yuki baru berencana membuka usaha untuk memproduksi kuali dari alumunium meneruskan usaha orang tuanya yang sudah meninggal.

“Awalnya Yuki hanya mengolah alumunium dalam bentuk balokan. Ia kerjakan sendiri,” kata Sayuti.

Di mata Sayuti, dulu Yuki dikenal baik dan seringkali memberikan bantuan uang untuk renovasi rumah ibadah, seperti masjid dan musola.

Usaha Yuki kian berkembang, semenjak dia memproduksi kuali dari alumunium. Yuki juga pernah membagi-bagikan kuali hasil produksinya kepada warga sekitar. Usaha pembuatan Kuali itu sendiri, kata Sayuti baru digelutinya sekitar satu tahun.

“Menurut informasi 6 bulan sekali, Yuki memulangkan karyawannya dan mengganti karyawan baru,” ujarnya lagi.

BACA :  KMS 30 Sebut Janji Kampanye WH-Andika Cerita Fiksi

Sayuti tidak menyangka, Yuki Irawan yang dulu pernah tinggal di rumah kontrakannya kini menjadi tersangka dalam kasus praktik perbudakan.

“Saya tidak menyangka kalau Yuki yang dikenal baik oleh warga, malah tega melakukan hal seperti itu,” jelasnya.

Yuki Irawan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus praktik perbudakan yang dialami sekitar 34 buruh yang bekerja di pabrik kuali miliknya.

Dalam kasus ini, polisi juga menetapkan 6 tersangka lainnya yang merupakan mandor pabrik. Dua diantaranya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Praktik perbudakan yang terjadi di pabrik milik Yuki terbongkar, setelah dua buruhnya kabur dan melaporkannya kepada Kontras dan Komnas HAM. 

Polisi melakukan penggrebekan dan pembebasan sekitar 34 buruh dari pabrik Yuki, pada Jumat lalu. (Hendra Wibisana)

BACA :  Tak Berizin, Pembangunan Munny Residence di Lebak Jalan Terus



Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Terpopuler