Connect with us

METROPOLITAN

Warga Cium Bau Bangkai di Rumah Juki

Published

on

Banten Hits.com– Sejak peristiwa penyekapan dan penyiksaan yang dialami buruh pembuat kuali di industri rumahan kuali milik Juki Irawan (41) di Kampung Bayur Opak, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang terungkap, warga sekitar lokasi mengaku mencium bau bangkai yang menyengat.

“Sejak kejadian, baunya sangat tercium. Adanya di sekitar sini,” kata Evi, warga sekitar saat menunjukan lokasi yang diduga menjadi tempat kuburan itu.

Banten Hits.com– Sejak peristiwa penyekapan dan penyiksaan yang dialami buruh pembuat kuali di industri rumahan kuali milik Juki Irawan (41) di Kampung Bayur Opak, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang terungkap, warga sekitar lokasi mengaku mencium bau bangkai yang menyengat.

BACA :  Duel Berdarah Dua Pria di Malingping Lebak Tepat di Hari Raya Idul Fitri, Satu Tewas Dihantam Linggis

“Sejak kejadian, baunya sangat tercium. Adanya di sekitar sini,” kata Evi, warga sekitar saat menunjukan lokasi yang diduga menjadi tempat kuburan itu.

Evi menyampaikan informasi tersebut kepada ratusan buruh yang menggelar aksi di rumah Juki Irawan, Rabu (08/05/2013) siang.

Namun, Evi dan juga perwakilan buruh yang melakukan pemeriksaan di belakang rumah Juki Irawan, tak berhasil menemukan sumber bau busuk di sekitar rumah Juki Irawan tersebut.

Sebelumnya, ratusan buruh yang tergabung dalam aliansi Komite Aksi Buruh Tangerang Bergerak (Kabut Bergerak) memaksa diri untuk masuk ke dalam area rumah Juki Irawan yang menyatu dengan industri rumahan pembuat kuali. Sikap buruh tersebut adalah untuk memastikan kebenaran informasi yang menyebutkan adanya kuburan di tempat itu.

BACA :  Pengiriman Paket dan Surat di Kantor Pos Meningkat

“Kami minta aparat kepolisian mendampingi kami untuk mengecek kebenaran itu. Kami tak mau, jika kemudian ternyata ada kuburan massal kawan-kawan kami di sini,” kata Buruh yang melakukan orasi.

Permintaan buruh tersebut, kemudian disanggupi oleh petugas Polres Kota Tangerang. Dengan didampingi polisi, lima orang perwakilan buruh dan seorang warga setempat bernama Evi, kemudian masuk ke dalam area rumah Juki Irawan.

Persis di belakang rumah, buruh melakukan pengecekan kepada sebuah makam yang tampak terawat dengan porselin warna merah. Kuburan tersebut diketahui adalah anak kandung Juki Irawan yang meninggal saat usia tiga tahun akibat muntaber beberapa tahun lalu.

Namun, buruh tak berhenti sampai di kuburan itu. Buruh meminta polisi membuka sebuah ruangan yang hingga saat ini masih terkunci dan belum diketahui isinya.

BACA :  Zaki: Amalkan Nilai Pancasila untuk Membangun Kabupaten Tangerang

“Kami minta polisi membuka ruangan itu. Informasi yang kami dapatkan, ada ruangan yang diduga dijadikan sebagai tempat kuburan,” kata Ardi salah saeorang kordinator buruh.

Namun, permintaan buruh tersebut ditolak pihak kepolisian. Dengan alasan masih dalam penyelidikan, buruh tak diijinkan untuk melihat atau masuk ke ruangan yang dimaksud.(Rus)



Darusssalam Jagad Syahdana mengawali karir jurnalistik pada 2003 di Fajar Banten--sekarang Kabar Banten--koran lokal milik Grup Pikiran Rakyat. Setahun setelahnya bergabung menjadi video jurnalis di Global TV hingga 2013. Kemudian selama 2014-2015 bekerja sebagai produser di Info TV (Topaz TV). Darussalam JS, pernah menerbitkan buku jurnalistik, "Korupsi Kebebasan; Kebebasan Terkorupsi".

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terpopuler