Connect with us

METROPOLITAN

Dewan Bahas Raperda Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Air

Published

on

Banten Hits.com- Kondisi sungai Cisadane yang tercemar membuat pihak DPRD Kota Tangerang angkat bicara. Dalam waktu dekat ini, Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Tangerang melakukan pembahasan Raperda inisiatif tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Air.

Sejumlah studi banding pun dilakukan para anggota legislatif Kota Tangerang untuk memperkaya substansi Raperda sebelum ditetapkan menjadi Perda.

Banten Hits.com- Kondisi sungai Cisadane yang tercemar membuat pihak DPRD Kota Tangerang angkat bicara. Dalam waktu dekat ini, Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Tangerang melakukan pembahasan Raperda inisiatif tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Air.

Sejumlah studi banding pun dilakukan para anggota legislatif Kota Tangerang untuk memperkaya substansi Raperda sebelum ditetapkan menjadi Perda.

Ketua Pansus, Fauzan Manafi Albar mengatakan, Raperda ini dimaksudkan untuk menjamin kualitas air yang diinginkan sesuai peruntukannya agar tetap dalam kondisi alamiah. Pasalnya, air merupakan komponen lingkungan hidup yang penting bagi kelangsungan hidup generasi sekarang dan generasi masa mendatang, serta keseimbangan ekologis.

“Pengendalian pencemaran air tersebut dilakukan untuk menjamin kualitas air agar sesuai dengan baku mutu melalui upaya pencegahan dan penanggulangan pencemaran air serta pemulihan kualitas air,” ujarnya.

Berdasarkan pemantauan dari Pusat Sarana Pengendalian Dampak Lingkungan (Pusarpedal) Kementerian LH dan BPLH Kota Tangerang, air situ atau danau dan sungai di Kota Tangerang telah tercemar melebihi baku mutu air yang ditetapkan pemerintah.

“Kontributor terbesar dari limbah domestik 80% yaitu rumah tangga/real estate, apartemen, hotel, toko modern, dan sisanya dari industri,” ujar Fauzan.

Untuk itu, melalui Raperda ini tidak boleh lagi masyarakat membuang limbah air sebagai sumber pencemar ke sumber air. Para kontributor harus membuang ke instalasi pengelolaan limbah untuk diproses sehingga baku mutu air yang ditetapkan pemerintah.

“Sebagai upaya sustainable development agar baku mutu air dapat terjaga untuk kelangsungan kehidupan dan sebagai wujud good governance,” ucap Fauzan.

Seperti diberitakan beberapa waktu lalu, sungai Cisadane tercemar tumpahan oli yang berasal dari truk tangki yang mengalami kecelakaan di Tol Tangerang-Jakarta.

Oli yang tumpah di jalan tol itu lantas dibersihkan dan dibuang ke sungai Cisadane oleh pihak Jasa Marga. Kasus ini juga masih dalam penyelidikan Polres Metro Tangerang.

Sebelumnya pihak BPLHD Kota Tangerang juga menyatakan air Sungai Cisadane hampir 84 persen telah tercemar limbah domestik.

Limbah domestik yang mencemari air di sungai Cisadane berasal dari limbah rumah tangga, hotel, rumah makan dan bengkel kendaraan. Kemudian, 14 persen lainnya limbah berasal dari pabrik yang memproduksi besi dan mangan dan dua persen limbah lainnya. (Rie).

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 2 =

Trending